Harga Minyak AS Kembali Turun Tertekan Lonjakan Kasus Baru Covid-19

Harga minyak AS pada awal pekan ini tertekan lonjakan kasus virus corona di 15 negara bagian. Harga minyak WTI pun dipatok US$ 40,33 per barel.
Image title
6 Juli 2020, 09:53
harga minyak, virus corona, pandemi corona, covid-19
Dok. Chevron
Ilustrasi, pertambangan minyak. Harga minyak Amerika Serikat (AS) turun karena lonjakan kasus baru Covid-19 yang dapat membuat permintaan bahan bakar melemah.

Harga minyak di Amerika Serikat (AS) kembali turun dipicu lonjakan kasus positif Covid-19. Pelaku pasar khawatir hal itu dapat menekan permintaan minyak di Negeri Paman Sam.

Mengutip Bloomberg pada Senin (6/7) pukul 09.26 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman September 2020 naik 0,19% menjadi US$ 42,88 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 turun 0,79% menjadi US$ 40,33 per barel.

Survei Reuters  menyebut 15 negara bagian di AS melaporkan lonjakan kasus baru virus corona selama empat hari pertama bulan ini. Secara keseluruhan, peningkatan jumlah kasus Covid-19 terjadi di 39 negara bagian.

"Meningkatnya jumlah kasus di beberapa negara bagian AS masih membayangi prospek permintaan energi," kata analis ANZ dalam sebuah catatan dikutip dari Reuters  pada Senin (6/7).

Advertisement

(Baca: Harga Minyak Indonesia Mulai Pulih, Naik 42,8% pada Juni 2020)

Biarpun begitu, beberapa pelaku pasar tetap fokus pada pemotongan pasokan minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Hal itu terlihat dari penurunan produksi minyak Rusia yang mendekati target yang disepakati oleh organisasi tersebut.

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, secara kolektif telah sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) selama tiga bulan yang berakhir Juli 2020. Setelah bulan ini, pemotongan produksi bakal dilanjutkan hingga Desember 2020 sebesar 7,7 juta barel per hari.

Di sisi lain, produksi minyak AS juga turun. Hal itu dipicu anjloknya jumlah rig pengeboran yang beroperasi di AS ke level terendah sepanjang masa untuk pekan kesembilan. Meski begitu, pengurangan produksi melambat karena produsen mulai mengebor lagi sejak harga minyak naik.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait