Rekor Baru Tambahan Kasus Corona 9.321 Orang, Tingkat Positif 20,8%

Kontribusi tertinggi dari tambahan kasus Covid-19 hari ini berasal dari Jakarta, yaitu 2.398 orang, disusul Jawa Barat sebanyak 1.416 orang.
Image title
7 Januari 2021, 16:37
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Warga berjalan di depan mural dengan tema COVID-19 di halaman Balai Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2021). Kasus Covid-19 pada Kamis (7/1) bertambah 9.321, mayoritas berasal dari Jakarta dan Jawa Barat.

Indonesia kembali mencetak rekor kasus Covid-19. Pada Kamis (7/1), jumlah orang yang terkonfirmasi positif virus corona bertambah 9.321.

Angka tersebut mengalahkan rekor tertinggi kasus harian pada satu hari sebelumnya yang mencapai 8.854. Adapun kontribusi tertinggi dari tambahan kasus hari ini berasal dari Jakarta dengan 2.398 dan Jawa Barat 1.416.

Disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan masing-masing sebesar 998 dan 948. Dengan penambahan kasus baru, total orang yang terinfeksi virus corona di Tanah Air mencapai 797.728.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14,4% atau 114.766 merupakan kasus aktif. Kasus aktif ialah jumlah orang yang sedang dirawat atau isolasi mandiri.

Advertisement

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 bertambah 6.924. Sehingga total angka kesembuhan di Indonesia mencapai 659.437 atau 82,7% dari total orang terpapar Covid-19.

Penambahan kasus sembuh tertinggi berasal dari Jakarta dan Jawa Barat dengan masing-masing 1.441 dan 1.208. Selanjutnya, Jawa Timur (857) dan Jawa Tengah (856).

Sedangkan jumlah orang meninggal kembali meningkat tajam dengan tambah 224 orang. Adapun angka kematian pada hari sebelumnya sebesar 187.

Dengan begitu, total orang meninggal akibat Covid-19 pada 7 Desember 2020 mencapai 23.520. Angka tersebut mayoritas berasal dari Jawa Timur dengan 68 orang.

Kemudian Jawa Tengah (47), Jakarta (21), dan Lampung (17). Lampung biasanya tidak berkontribusi signifikan terhadap kasus kematian.

Tingkat Positif Capai 20%, Pandemi Tak Terkendali

Dengan lonjakan tajam kasus Covid-19 pada awal Januari 2021, tingkat positif di Indonesia pun terus naik. Dilansir dari akun Twitter @KawalCOVID19, positivity rate Indonesia pada Kamis (7/1) mencapai 20,81%. Angka tersebut didapat dari jumlah tambahan kasus positif harian sebesar 9.321, dibagi dengan jumlah orang dites yang bertambah 44.791.

Dengan tingkat positif lebih dari 10%, pandemi di Indonesia termasuk ke dalam situasi yang tidak terkendali. Jika Indonesia ingin mengendalikan pandemi. tingkat positif harus berada di bawah standar WHO sebesar 5%.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman, sebelumnya mengatakan pandemi bisa terkendali jika pemerintah meningkatkan upaya 3T (testing, tracing, and treatment). Adapun target tes yang sesuai standar WHO sebesar 1:1000 penduduk per pekan.

Jika penduduk Indonesia mencpaai 268 juta jiwa, maka jumlah tes harusnya sebesar 268 ribu per pekan atau berkisar 38.285 orang. Pada Kamis (7/1), jumlah orang yang dites mencapai 44.791 dengan spesimen yang diperiksa sebanyak 68.019.

Namun, rata-rata jumlah tes dalam tujuh hari terakhir berdasarkan data @KawalCOVID19, jumlah orang dites hanya 34.009 dan spesimen sebanyak 51.162. Adapun rata-rata tingkat positif dalam sepekan terakhir mencapai 22,9%. Angka tersebut menunjukkan penularan virus corona yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk selalu disiplin protokol kesehatan dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ketiga hal tersebut merupakan kunci untuk menekan laju penularan virus corona.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait