BEI Pastikan Gejolak di Pasar Saham Tidak Ganggu Rencana IPO Emiten

Image title
2 Maret 2020, 19:07
bursa efek indonesia, rencana ipo, pasar modal, virus corona
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
BEI memastikan rencana IPO perusahaan tahun ini akan berjalan sesuai jadwal meski pasar modal saat ini tengah bergejolak akibat virus corona.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan, gejolak yang melanda pasar modal tidak mengganggu rencana emiten untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa saham tahun ini.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (2/3), sudah turun 14,89% sejalan dengan meluasnya penyebaran virus corona di luar Tiongkok, termasuk Indonesia.

"Sampai posisi hari ini kami belum menerima informasi apapun terkait dengan penundaan, masih on schedule," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, sore ini.

Nyoman mengatakan, saat ini masih ada 24 perusahaan yang sudah menyerahkan dokumen terkait dengan rencana IPO dan sudah masuk dalam daftar pipeline Bursa. Selain itu, tercatat ada 13 perusahaan baru yang berencana untuk menerbitkan instrumen surat utang.

(Baca: IHSG Turun 14% Sejak Awal Tahun, Berikut Saham yang Berhasil Naik)

Sementara itu PT Danareksa Sekuritas menyampaikan bahwa saat ini perusahaan sudah menerima mandat untuk IPO dari tiga perusahaan dan 7 mandat penerbitan obligasi. Namun, beberapa di antaranya memang masih menanti kondisi pasar saat ini untuk dapat melantai di Bursa, meski tidak menyatakan batal untuk IPO.

"Belum batal, tapi masih wait and see. Kami melihat bagaimana way out-nya, apakah harus ada adjustment terkait prosesnya. Kami pun tidak luput memerhatikan kondisi pasar secara intens,” kata Direktur Investment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas Boumedine Sihombing di Jakarta pada kesempatan berbeda.

Terkait dengan 3 perusahaan telah memberikan mandat kepada Danareksa Sekuritas, Boumedine mengatakan satu di antaranya sudah melakukan proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan sisanya masih melihat kondisi pasar.

(Baca: Tahan Koreksi IHSG Lebih Dalam, BEI Setop Transaksi Short Selling)

Dua di antaranya bergerak pada sektor properti, sedangkan sisanya sumber daya alam (SDA). "Yang satu dari properti itu sedang proses di OJK," katanya.

Hingga saat ini sudah ada 14 perusahaan yang melantai di pasar modal sejak awal tahun. Meski begitu, perusahaan terakhir yang melantai di bursa yaitu PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), IPO pada 17 Februari 2020 lalu. Artinya sudah dua pekan belum ada emiten baru di pasar modal.

BEI menargetkan 78 perusahaan perdana mencari pendanaan melalui pasar modal pada 2020, baik melalui IPO, maupun melalui pencatatan efek lainnya. Target tahun ini terbilang konservatif karena hanya naik tipis dari target tahun lalu yakni sebanyak 75 perusahaan.

(Baca: Analis Sebut IPO Jumbo Bakal Kembali Gairahkan Pasar Modal)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ihya Ulum Aldin

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...