WIR Asia Tetapkan Harga IPO Rp 168, Level Atas Penawaran Awal

Cahya Puteri Abdi Rabbi
29 Maret 2022, 11:51
Wir Asia
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

PT Wir Asia memasuki masa penawaran umum hari ini (29/3) hingga 31 Maret mendatang. Perusahaan pengembang metaverse tersebut telah menetapkan harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 168 per saham.

Sebelumnya, Perusahaan teknologi ini mengajukan penawaran awal saham pada kisaran harga Rp 150 - Rp 175. Penawaran awal dilakukan pada 14 - 17 Maret 2022.

Dalam prospektus, calon emiten yang akan mencatatkan saham dengan kode WIRG ini menawarkan sebanyak-banyaknya 2,33 miliar saham baru atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga tersebut, perseroan menargetkan dapat meraup dana segar sebesar Rp 392 miliar.

Namun, apabila terjadi kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat, perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 233,70 juta saham tambahan. Nilainya tercatat Rp 5 per saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 1,96% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

"Sehingga, jumlah penawaran umum secara keseluruhan adalah sebanyak-banyaknya Rp 431,89 miliar," demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Selasa (29/3).

Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 771,23 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau sebanyak-banyaknya 8,25% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 10 saham baru berhak memperoleh tiga waran seri I di mana setiap 1 satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Dari dana hasil IPO, sekitar 83,54% akan digunakan oleh perusahaan anak, yaitu PT Are Teknologi Kreasi (ATK), PT Tiga Akar Mimpi (TAM), dan  PT Vatar Media Raya (VMR) untuk belanja modal dan modal kerja. Kemudian, sekitar 7,68% akan digunakan oleh perseroan induk untuk belanja modal.

Lalu, sebanyak 3,30% akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, dan sekitar 5,48% akan digunakan untuk pengembangan usaha dan/atau ekspansi melalui kemitraan strategis dengan perseroan dan/atau perusahaan anak.  

Halaman:
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...