Bursa Wall Street Tertekan Imbas Kejatuhan Saham Microsoft dan Google

Syahrizal Sidik
27 Oktober 2022, 06:59
Bursa Wall Street Tertekan Imbas Kejatuhan Saham Microsoft dan Google
xPACIFICA/Getty Image
Ilustrasi bursa Wall Street

 

Bursa saham acuan di Amerika Serikat, Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat (26/10) kemarin mengalami tekanan setelah sejumlah saham emiten teknologi berkapitalisasi pasar besar seperti Microsoft dan induk Google, Alphabet, anjlok setelah mencatatkan penurunan laba di kuartal ketiga.

Indeks Nasdaq, mengalami pelemahan paling dalam sebesar 2,04%. Adapun, indeks S&P 500 juga melemah 0,74% di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Hanya indkes Dow Jones yang terpantau naik tipis 0,01%.

Meski dilanda kekhawatiran melambatnya ekonomi, para pelaku pasar meyakini, bank sentral Amerika Serikat, The Fed diperkirakan akan mempertimbangkan untuk mengurangi kenaikan suku bunga setelah pertemuan pada awal November ini, sebagaimana yang diproyeksikan Bank of Canada.

"Hari ini pasar mengejar kenaikan selama seminggu terakhir ini," kata Matthew Keator, managing partner di Keator Group, sebuah perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/10).

"Masih ada dua pertemuan Fed di depan kita tahun ini."

S&P 500 dan Nasdaq berakhir di teritori negatif, terseret lebih rendah oleh perusahaan teknologi terkemuka di pasar dan perusahaan yang berdekatan dengan teknologi.

Hal ini menyusul dari merosotnya harga saham Microsoft dan Alphabet merosot, masing-masing turun 7,7% dan 9,1% setelah kinerja keuangannya di bawah perkiraan. Alphabet mencatatkan penurunan laba hampir 30% menjadi US$ 13,9 miliar atau setara Rp 216,31 triliun dengan rerata kurs Rp 15.562 per US$. Sedangkan, keuntungan Microsoft turun 14% secara tahunan menjadi US$17,6 miliar atau sekitar Rp 273,89 triliun. 

Laporan suram tersebut membawa kekhawatiran atas penurunan ekonomi global yang akan datang. Sementara itu, data penjualan rumah AS yang baru dibangun jatuh pada bulan September sementara tingkat hipotek mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, menambah tumpukan data yang menunjukkan lanskap ekonomi tang melemah.

Meski begitu, pada musim laporan kinerja di indeks S&P membaik, dengan 170 perusahaan yang telah melaporkan kinerjanya, sebanyak 75% telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus, menurut Refinitiv.

Ada banyak pengumuman pendapatan perusahaan yang menjanjikan kuartal ini," tambah Keator.

"Saya tidak berpikir itu harus menjadi kenyataan bahwa kita akan terus melihat pendapatan meleset secara keseluruhan."

Boeing Co melaporkan kerugian kuartal ketiga yang lebih dalam dari perkiraan, membuat sahamnya merosot 8,8%. Di sisi positifnya, Visa Inc naik 4,6% setelah kekalahan laba perusahaan kredit konsumen. Sementara itu, saham induk Facebook, Meta Inc turun lebih dari 12% dalam perdagangan setelah jam kerja setelah memposting hasil kinerja keuangannya yang jeblok. 

Volume transaksi di bursa AS adalah 12,26 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,60 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...