BEI Gandeng MSCI Luncurkan Produk Baru Foreign Index Futures, Apa Kelebihannya?

Nur Hana Putri Nabila
25 Februari 2025, 11:19
BEI
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Ringkasan

  • Kontrak proyek sistem transaksi non-tunai nirsentuh multi lane free flow (MLFF) akan mengalami perubahan dengan diperkenalkannya masa transisi menggunakan skema single lane free flow (SLFF) untuk mengatasi keterbatasan basis data kendaraan bermotor dan adaptasi perilaku masyarakat.
  • Transisi ke sistem MLFF, yang mengeliminasi gardu tol, akan dimulai dengan penerapan SLFF yang masih menggunakan palang untuk menghindari kebocoran pembayaran tarif, dengan rencana mengintegrasikan SLFF sebelum penuh ke MLFF sejalan dengan kedisiplinan pengguna tol.
  • Proyek MLFF ditetapkan sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang memerlukan koordinasi lintas lembaga dan pembiayaan dari investasi pemerintah Hungaria senilai sekitar Rp 4,49 triliun, menggunakan teknologi GNSS untuk pemosisian dan tarif, dengan rencana implementasi yang dimulai secara bertahap dan tidak serentak.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) meluncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing atau Foreign Index Futures dengan underlying indeks MSCI Hong Kong Listed Large Cap. Penerbitan produk ini didasarkan pada Undang-Undang  Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. 

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pemilihan indeks MSCI sebagai underlying dilakukan karena indeks ini secara umum digunakan sebagai acuan oleh investor institusional global untuk melacak kinerja pasar saham di berbagai negara. Foreign Index Futures dibuat untuk merepresentasikan performa saham-saham berkapitalisasi pasar besar yang tercatat di Hong Kong Stock Exchange. 

Jeffrey menjelaskan bahwa kerja sama ini untuk membantu investor mendiversifikasi portofolio, memperkuat manajemen risiko, dan memanfaatkan peluang di pasar global. Adapun MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks pasar dan data yang dapat digunakan oleh investor untuk membuat keputusan investasi. 

Lebih jauh Jeffrey menjelaskan, Foreign Index Futures memiliki beberapa keunggulan. Pertama, produk ini memungkinkan investor berinvestasi di indeks luar negeri tanpa meninggalkan pasar modal Indonesia. Kedua, bisa digunakan dalam kondisi pasar naik (bullish) maupun turun (bearish).  

"Investor juga dapat meraih keuntungan dalam berbagai kondisi pasar dengan mengambil posisi beli atau jual, sehingga produk ini menjadi alat yang ideal untuk mengelola risiko," kata Jeffrey di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/2). 

Jeffrey menjelaskan Foreign Index Futures memiliki beberapa keunggulan lainnya. Produk ini menawarkan leverage hingga 33 kali dengan ukuran kontrak Rp 10.000 per poin indeks, sehingga lebih terjangkau. Investor hanya membutuhkan sekitar Rp 200.000 untuk bertransaksi.  

Selanjutnya keunggulan keempat adalah keuntungan bisa direalisasikan lebih cepat karena penyelesaian transaksi dilakukan secara tunai dalam 1 hari bursa (T+1). Selain itu, seperti produk lain yang diawasi BEI, perdagangan Foreign Index Futures aman dan transparan karena dilakukan secara real-time, dengan penyelesaian transaksi yang dijamin oleh KPEI.

Mampu Dorong Pasar Modal dalam Negeri

Direktur Standar Akuntansi dan Tata Kelola Pasar Modal OJK, Agus Saptarina, menjelaskan bahwa Foreign Index Futures bukanlah produk derivatif pertama yang menghubungkan pasar modal Indonesia dengan pasar global. Sebelumnya, Bursa Efek Surabaya pernah meluncurkan produk serupa.  

Pasar modal Indonesia sebelumnya telah memiliki kontrak berjangka indeks asing dengan underlying Dow Jones Future Index dan Dow Jones Japan Titan 100 Futures, namun lisensinya tidak diperpanjang sejak 2014.  

Menurut Agus, Foreign Index Futures memungkinkan investor membeli efek luar negeri pada harga dan waktu tertentu, serta berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sesuai target pemerintah. Selain itu, produk ini juga dapat mendorong perkembangan pasar modal Indonesia.  

Saat ini, ia mengatakan nilai kapitalisasi pasar saham di Indonesia telah mencapai Rp 11,7 triliun sepanjang tahun 2025. BEI juga mencatat pertumbuhan dana yang dihimpun di pasar modal sebesar Rp20,74 triliun dalam dua bulan pertama tahun 2025.  

Dari sisi permintaan, per 19 Februari 2025, jumlah investor di pasar modal mencapai 15,4 juta SID, meningkat 5,91% dibandingkan akhir 2024.

"Kita harapkan peluncuran Foreign Index Futures dapat meningkatkan pengalaman pasar modal Indonesia, menambah alternatif investasi serta meningkatkan likuiditas perdagangan," ujar Agus. 



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...