Wall Street Terdongkrak Kesepakatan Dagang AS-Vietnam, S&P 500 dan Nasdaq Rekor

Karunia Putri
3 Juli 2025, 06:15
Wall Street, S&P 500, nasdaq, kesepakatan dagang, vietnam, amerika
NYSE
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,47% ke level 6.227,42 dan Nasdaq Composite naik 0,94% ke posisi 20.393,13. Sedangkan Dow Jones, justru turun tipis 0,02% ke level 44.484,42.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (2/7) waktu setempat. Namun, indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil mencetak rekor tertinggi berkat kesepakatan dagang antara AS dan Vietnam yang meredakan kekhawatiran pasar.

Indeks S&P 500 naik 29,41 poin atau 0,47% ke level 6.227,42 dan Nasdaq Composite naik 190,24 poin atau 0,94% ke posisi 20.393,13. Sedangkan Dow Jones, justru turun tipis 10,52 poin atau 0,02% ke level 44.484,42.

Di Bursa Efek New York, tercatat 358 saham mencetak titik tertinggi baru dan 41 saham mencapai titik terendah baru. Wall Street sendiri mencatatkan serangkaian rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan selera risiko investor yang masih tinggi di tengah ketidakpastian seputar inflasi, defisit dan kebijakan moneter.

Para pelaku pasar kini menanti laporan data penggajian nonpertanian (non-farm payroll/NFP) yang akan dirilis Kamis ini. Data tersebut menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

"Pelemahan lapangan kerja dan dorongan kepada The Fed untuk menurunkan suku bunga akan menjadi hal yang positif," ujar Direktur Pelaksana Senior di Clearstead Advisors LLC, New York Jim Awad seperti dikutip pada Reuters, Kamis (3/7). 

Namun Jim mengatakan, jika pelemahan terlalu jauh maka justru menjadi negatif bagi pertumbuhan dan laba.

Di sisi lain, RUU pajak dan belanja besar-besaran yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump akan diajukan ke DPR AS untuk disetujui, setelah sebelumnya lolos dari Senat. Sejumlah analis nonpartisan memperkirakan RUU ini akan menambah utang nasional hingga US$ 3,4 triliun dalam satu dekade ke depan.

Pasar sempat dibuka melemah setelah data menunjukkan penurunan tak terduga dalam gaji sektor swasta AS pada bulan Juni, serta revisi ke bawah terhadap pertumbuhan lapangan kerja bulan sebelumnya. 

Namun, arah pasar berbalik menjelang siang hari, setelah muncul kabar bahwa AS dan Vietnam telah menyepakati perjanjian dagang dengan menetapkan tarif 20% pada sebagian besar ekspor dari negara Asia Tenggara tersebut.

Pemerintahan Trump juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan serupa dengan India akan segera dicapai, meskipun belum ada kepastian untuk kesepakatan lainnya yang ditargetkan rampung sebelum 9 Juli.

"Ada sedikit kelegaan terkait kemajuan perdagangan. Kesepakatan dengan Vietnam merupakan berita yang disambut baik," ujar Michael Arone, Kepala Strategi Investasi di State Street Global Advisors, Boston.

Saham Tesla naik 5% setelah sebelumnya sempat turun di awal pekan. Meski perusahaan mencatatkan penurunan besar dalam pengiriman kendaraan pada kuartal kedua, angka tersebut ternyata tak seburuk yang diperkirakan sebagian analis. Sejauh ini, saham Tesla telah turun lebih dari 20% sepanjang tahun ini.

Sementara itu, saham Centene anjlok 40% ke level terendah dalam delapan tahun. Perusahaan asuransi kesehatan itu menarik kembali proyeksi pendapatan 2025 setelah data terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam potensi pendapatan dari rencana asuransi kesehatannya.

Fokus investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis sehari lebih awal dari biasanya, karena pasar akan libur pada 4 Juli untuk peringatan Hari Kemerdekaan AS. Menurut jajak pendapat Reuters, laporan tersebut diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Juni, dengan tingkat pengangguran naik ke 4,3%.

"Investor kemungkinan berharap laporan tersebut akan mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi," kata Arone.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat sebanyak 16,95 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 17,82 miliar saham per sesi selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...