Saham Bank Jumbo Menguat Usai Menkeu Purbaya Siap Suntik Likuiditas Rp 200 T
Saham-saham perbankan menguat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menyuntikkan dana Rp 200 triliun dalam bentuk deposito untuk menambah likuiditas perbankan
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Kamis (11/9) pukul 09.10 WIB, saham empat bank jumbo, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terpantau mengalami kenaikan.
Harga saham BBNI naik 4,395 atau 180 poin ke level 4.280, BBRI naik 4,12% atau 160 poin ke level 4.040, BMRI naik 2,27% atau 100 poin ke level 4.500 dan BBCA naik 1,92% atau 150 poin ke level 7.950.
Sementara itu, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan lebih dari 1% pada perdagangan hari ini. IHSG dibuka di level 7.781 dan sempat mencapai harga tertinggi ke level 7.802 secara intraday. IHSG menguat 1,175 atau 90,19 poin ke level 7.789 pada perdagangan pukul 9.14.
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova merekomendasikan target harga masing-masing bank raksasa tersebut. Berikut rekomendasinya:
- BBCA: target harga di Rp 8.275, 8.575, 8.850, 9.125
- BBNI: target harga di Rp 4.600, 4.750, 4.880
- BBRI: target harga di Rp 4.150, 4.270, 4.390, 4.530
- BMRI: target harga di Rp 4.480, 4.750, 4.980.
Sebelumnya, Purbaya menyebut akan menghidupkan kembali dua mesin utama perekonomian Indonesia, yakni moneter dan fiskal. Langkah utamanya adalah menyuntikkan dana besar ke sistem perbankan.
“Saya sudah lapor ke presiden. Pak, saya akan taruh uang ke sistem perekonomian. Berapa? Saya sekarang punya Rp 425 triliun di BI, cash. Besok saya taruh Rp 200 triliun,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (10/9).
Menurutnya, pemindahan dana dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan ini bertujuan untuk mendorong likuiditas, penyaluran kredit serta menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Kalau itu masuk ke sistem, saya sudah minta ke bank sentral jangan diserap uangnya. Mereka juga akan mendukung, artinya ekonomi akan hidup kembali,” katanya.
Dana tersebut merupakan anggaran pemerintah yang sebagian besar berasal dari pajak dan seharusnya tidak mengendap di BI. Ia menilai, perbankan nantinya akan mengelola dan itu dengan menyalurkan kredit untuk mencari laba.
Purbaya mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap pengajuan kepada presiden Prabowo Subianto. Jika percobaan berhasil, kebijakan serupa akan diperpanjang.
