Butuh Rp 4.000 Triliun untuk Kembangkan Sektor Energi

Safrezi Fitra
4 Juni 2015, 16:14
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kebutuhan investasi di sektor energi dalam lima tahun ke depan mencapai Rp 4.000 triliun. Besarnya kebutuhan investasi ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pemerintah hanya bisa menyediakan dana sebesar Rp 150 triliun atau hanya 3,75 persen saja. Peran swasta sangat penting untuk menutupi 96,25 persen lainnya.

Advertisement

"Rp 4.000 triliun itu kebutuhan investasi yang akan dilakukan oleh investor baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, baik investor domestik maupun asing," kata dia kepada Katadata, Kamis (4/6).

Sudirman merinci kebutuhan investasi sektor energi ini untuk pengembangan industri migas, energi baru terbarukan dan kelistrikan. Sebanyak Rp 1.800 triliun digunakan untuk pengembangan sektor migas, salah satunya peningkatan eksplorasi untuk mendapatkan cadangan migas baru. Dana investasi ini juga termasuk untuk meningkatkan kemandirian pasokan bahan bakar minyak (BBM), yakni dengan membangun kilang, infrastruktur, peningkatan konsumsi bahan bakar nabati, dan konversi BBM ke bahan bakar gas.

Selain itu, untuk memperbaiki tata kelola gas, mulai dari alokasi, harga, hingga perniagaan. Untuk sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rp 500 triliun, Ketenagalistrikan Rp 1.100 triliun, dan Mineral dan Batubara (Minerba) sebesar Rp 600 triliun. 

Dia yakin, rencana pengembangan sektor energi ini akan bisa berjalan. Swasta akan lebih tertarik berinvestasi sektor energi di Indonesia. Pemerintah juga akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang baik.

Halaman:
Reporter: Arnold Sirait
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement