Ekspor dan Impor Naik, Neraca Dagang Juni Surplus US$ 1,27 Miliar

Agustiyanti
15 Juli 2020, 12:33
neraca perdagangan Juni, ekspor-impor, ekspor, impor, psbb transisi, pandemi corona
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Ilustrasi. Ekspor dan impor pada Juni mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara kenaikan impor, pada Juni dibandingkan Mei didorong oleh impor migas dan nonmigas. Namun, impor migas jika dibandingkan Juni 2019 masih turun hingga 6o,47%. "Penurunan impor migas terjadi pada minyak mentah, hasil minyak mentah, dan gas," katanya. 

Kenaikan impor nonmigas terutama terjadi pada impor barang konsumsi yang melonjak hingga 51,1% dibandingkan Mei atau 37,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 1,41 miliar. Kenaikan juga terjadi pada bahan baku penolong dan barang modal. 

"Kenaikan impor paling tinggi adalah bawang putih, itu banyak dari Tiongkok. Lalu daging beku dari Australia, obat-obatan dari Inggris, dan buah pir dari Tiongkok," ujarnya. 

(Baca: Dilema Warga Jakarta Hadapi Corona, antara Ekonomi atau Kesehatan?)

Impor bahan baku penolong juga naik 24,01% dibandingkan Mei menjadi US$ 7,58 miliar, sedangkan impor barang modal naik 27,35% menjadi US$ 1,77 miliar. Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, impor bahan baku masih turun 13,27%, tetapi barang modal naik 2,63%.

Sementara secara kumulatif, total ekspor pada Januari-Juni mencapai  US$ 76,41 miliar, masih turun 5,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan total impor pada sepanjang semester pertama tahun ini  mencapai US$ 70,91 miliar, turun 14,28% dibandingkan semester pertama tahun lalu. 

"Secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari-Juni mencapai US$ 5,5 miliar," ujarnya.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...