PBB Umumkan Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO 6 Juli 2021

AS keluar seiring ketidakpuasan Donald Trump terhadap penanganan pandemi corona oleh WHO dan menuduh WHO sebagai 'boneka' Tiongkok.
Image title
Oleh Happy Fajrian
8 Juli 2020, 09:00
who, amerika serikat, donald trump, as keluar dari who, tiongkok, pandemi corona, virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/foc/dj
PBB mengumumkan AS resmi keluar dari WHO pada 6 Juli 2021 seiring ketidakpuasan AS terhadap penaganan pandemi corona yang dipimpin WHO.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

United Nations atau Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) resmi keluar dari keanggotaan Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada 6 Juli 2021. Keputusan AS keluar dari WHO karena Presiden AS Donald Trump menilai organisasi tersebut telah menjadi boneka Tiongkok.

Pasalnya WHO, menurut Trump, telah mendukung Tiongkok yang tidak menyampaikan informasi terkait kondisi sesungguhnya penyebaran virus corona di masa-masa awal kemunculannya.

Adapun Trump mengumumkan keputusan tersebut sekitar satu bulan yang lalu. Namun AS harus memberikan masa tenggang satu tahun sebelum resmi keluar dan membayar seluruh iuran yang telah disepakati dalam resolusi bersama Kongres AS tahun 1948. Saat ini AS berutang lebih dari US$ 200 juta kepada WHO.

Wakil Presiden AS Mike Pence pun turut mendukung keputusan Trump untuk keluar dari WHO. “Ini saat yang sangat tepat (untuk keluar). WHO telah mengecewakan dunia, dan harus ada konsekuensinya,” ujarnya seperti dikutip Reuters, Rabu (8/7).

(Baca: Trump Akhiri Hubungan AS dengan WHO di Tengah Pandemi Corona)

Namun sebelum menyatakan keluar dari WHO, Trump telah menghentikan pendanaan AS terhadap organisasi tersebut sejak April 2020. Kemudian pada 18 Mei, Trump mengirimkan surat yang menyatakan bahwa WHO memiliki waktu 30 hari untuk melakukan reformasi.

Dua minggu berselang, Trump menyatakan AS keluar dari WHO, mengakhiri keanggotaan selama 70 yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok terkait pandemi corona yang pertama kali muncul di Wuhan akhir tahun lalu.

Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi mengecam keputusan Trump sebagai tindakan yang tidak masuk akal di tengah upaya WHO mengkoordinasi perang melawan Covid-19.

“Dengan jutaan nyawa yang dalam bahaya, Presiden (Trump) melumpuhkan upaya dunia internasional untuk mengalahkan virus,” ujar Pelosi yang merupakan pimpinan Partai Demokrat yang menjadi oposisi Trump yang dari Partai Republik.

(Baca: Setop Dana WHO di Tengah Corona, Trump Tuai Kecaman Internasional)

Sejauh ini hampir 12 juta orang di dunia terinfeksi virus corona dan lebih dari 540 ribu kematian. Sekitar 25% dari jumlah kasus dan kematian virus corona berada di Negeri Paman Sam.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa WHO merupakan organisasi independen di bawah PBB dan sangat penting dalam upaya dunia memerangi Covid-19. “Sekjen PBB tengah memverifikasi apakah seluruh persyaratan untuk melepas keanggotaan AS telah dipenuhi,” juru bicara PBB Stephan Dujarric, Selasa (7/7).

Seperti diketahui, sejak menjabat sebagai Presiden AS, Trump juga telah melepas keanggotaan AS pada organisasi di bawah PBB lainnya seperti United Nations Human Rights Council (UNHCR), UN Cultural Agency (UNCA), serta mundur dari kesepakatan global untuk mengatasi perubahan iklim dan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Trump juga memangkas pendanaan terhadap organisasi PBB lainnya seperti UN Population fund, dan lembaga PBB yang membantu pengungsi Palestina.

(Baca: Trump Setop Danai WHO, Bill dan Melinda Gates Sumbang Rp 3,9 Triliun)

Meski demikian keputusan ini masih bisa dibatalkan jika Trump dikalahkan lawannya, mantan Wakil Presiden Barack Obama, Joe Biden, pada Pemilu AS November mendatang.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait