Reaktor Alkilasi Terpasang, Progres Kilang Balikpapan Capai 39%

Image title
25 Agustus 2021, 12:30
kilang balikpapan, pertamina
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Dua orang petugas bekerja di area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, (22/7).

PT Pertamina menyampaikan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur telah masuk dalam tahap pembangunan unit alkilasi. Dengan demikian, capaian keseluruhan proyek ini hingga 12 Agustus 2021 telah mencapai 38,80%.

Reaktor alkilasi (Alkylation Reactor) C-065-03 merupakan salah satu peralatan penting dalam unit alkilasi yang memiliki fungsi utama menghasilkan produk alkylate yang merupakan komponen pencampuran (blending) beroktan tinggi.

Alkylate akan menjadi salah satu input dari proses pencampuran bensin (gasoline blending) untuk menghasilkan bensin berkualitas tinggi. Direktur Pengembangan PT Kilang Pertamina Balikpapan, Djoko Koen Soewito menyampaikan peralatan reaktor alkilasi sukses dipasang pada Sabtu (21/8) siang.

"Dengan terpasangnya rangkaian peralatan ini memberikan kontribusi pada progres proyek sebesar 0,2%. Sehingga, sampai dengan Agustus progres proyek RDMP Balikpapan secara keseluruhan mencapai 38,80%," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (25/8).

Peralatan yang diproduksi PT Sewon Cellontech Co Ltd, Korea, ini memiliki tinggi sekitar 49,65 meter, diameter luar sekitar 10 meter, dan berat sekitar 418,07 ton. Besarnya dimensi dan berat peralatan ini Pertamina menggunakan derek (crane) berkapasitas 1.600 ton.

"Sebagai pengelola proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), PT KPB berkomitmen dapat meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi standar EURO V sehingga lebih ramah lingkungan," ujar Djoko.

Selama pandemi berlangsung, pengerjaan proyek Kilang Balikpapan dilaksanakan dengan mematuhi protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. Menurut dia aspek keselamatan selalu menjadi perhatian penuh. Di mana pekerja wajib mengenakan alat pelindung diri sesuai ketentuan serta menerapkan aturan keselamatan lainnya.

Progres pengembangan Kilang Balikpapan berhasil dicapai di tengah kabar mundurnya dua calon mitra Pertamina dalam proyek ini. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut langsung kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Pasalnya, jika hal tersebut benar terjadi, kelanjutan pengembangan proyek Kilang Balikpapan terancam. "Mohon klarifikasinya. Andai betul ini, bagaimana dampaknya pada pengembangan kilang Balikpapan?" tanya Eddy kepada Dirut Utama Pertamina dalam rapat dengar pendapat Komisi VII bersama Pertamina, Senin (31/5).

Untuk diketahui, kedua perusahaan yang bakal menjadi mitra Pertamina di Kilang tersebut yaitu GIC Limited asal Singapura, serta perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Investment Company.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa awalnya proses pemilihan partner di RDMP Balikpapan telah mengerucut ke GIC Pte Ltd dan Mubadala. Namun seiring waktu, salah satu dari dua calon mitra tersebut memilih untuk mundur.

Advertisement

Menurutnya mundurnya salah satu calon mitra itu lantaran ada beberapa hal yang belum disepakati dengan Pertamina. Meski demikian, Nicke tak membeberkan secara detail perusahaan mana yang berniat hengkang dari rencana kerja sama tersebut.

"Walaupun belum secara formal (mundur) tapi secara informal salah satu pihak (menyatakan) mundur. Ini secara informal. Salah satu pihak masih berlanjut," ujar Nicke.

Meski berpeluang kehilangan satu calon mitra di proyek tersebut, Nicke mengaku tidak terlalu khawatir. Hal ini lantaran sudah ada penjajakan kerja sama baru dengan Indonesia Investment Authority (INA) yang diharapkan bisa menjadi salah satu equity partner di Balikpapan.

Adapun besaran dana yang ditawarkan dari mitra pembangunan ini mencapai US$ 500 juta. "Jadi kemarin itu porsi equity yang kami buka US$ 500 juta - 1 miliar. Jadi yang kemarin US$ 500 juta kita buka dan bahas," ujarnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait