Arahan Jokowi Soal Kendaraan Listrik, PLN Tambah SPKLU & Home Charging

PLN mendukung arahan Presiden Joko Widodo terkait kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah dengan menambah infrastruktur pengisian daya, baik home charging maupun SPKLU.
Muhamad Fajar Riyandanu
16 September 2022, 11:14
spklu, kendaraan listrik, pln
ANTARA FOTO/Agha Yuninda/wsj/tom.
Seorang pengemudi mengisi daya baterai mobil listriknya di SPKLU Gedung PLN Gambir, Jakarta, Rabu (13/0/2022).

PLN tengah mengoptimalkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik dalam mendukung arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan PLN telah menyiapkan layanan pendukung home charging beserta instalasi charging kendaraan listrik di rumah pelanggan.

Hal ini sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah itu diteken Presiden pada 13 September 2022. Ini juga sebagai upaya menekan impor BBM.

PLN telah berkolaborasi dengan produsen kendaraan listrik dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dalam penyediaan layanan home charging untuk memudahkan pemilik kendaraan listrik. Perusaan setrum negara itu juga memberikan diskon pengisian daya sebesar 30% mulai dari pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB.

Advertisement

Langkah tersebut merupakan upaya PLN untuk menjawab kebutuhan pengguna kendaraan listrik. Darmawan menyebut, pengisian kendaraan listrik akan lebih banyak dilakukan di rumah, seperti halnya pengisian daya handphone maupun laptop.

“PLN siap mendukung arahan Presiden terkait penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah,“ kata Darmawan dalam keterangan pers pada Kamis (15/9).

Lebih lanjut, kata Darmawan, PLN juga sudah menghadirkan 150 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 117 lokasi. PLN juga masih berencana untuk menambah 110 unit SPKLU sampai akhir tahun 2022.

PLN juga menyediakan tujuh unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), lima unit di Jakarta dan dua unit di Surabaya. Tahun ini, PLN juga menyiapkan pengadaan 70 unit SPBKLU dengan jumlah 300 baterai yang lokasinya tersebar di Pulau Jawa dan Bali.

“Tentunya semua ini harus kolaborasi. Kami terus berkomunikasi dengan BUMN lain, misalnya Kereta Api, Angkasa Pura, Pelindo, TWC, Jasa Marga bagaimana kita akan membangun SPKLU di lokasi-lokasi strategis ini,“ ujar Darmawan.

Agar bisa mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar, PLN sudah berkolaborasi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) terkait pembiayaan yang terjangkau dan mudah bagi masyarakat yang mau beralih ke kendaraan listrik.

PLN pun telah meluncurkan Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang terintegrasi dengan SuperApps PLN Mobile untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait kendaraan listrik.

“Masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kelistrikan apalagi untuk kendaraan listriknya. Mau tambah daya, pasang baru, bahkan membeli kendaraan listrik ini bisa melalui EVDS yang terintegrasi dengan PLN Mobile,” kata Darmawan.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait