G7 dan Australia Usulkan Batas Harga Minyak Rusia US$ 65-70 per Barel

Negara G7 dan mitranya Australia mengusulkan pembatasan harga minyak Rusia di level US$ 65-70 per barel. Namun sejumlah negara menganggap batas tersebut terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Happy Fajrian
24 November 2022, 15:45
harga minyak rusia
123rf/Ilkin Quliyev
Ilustrasi energi / minyak Rusia.

Kelompok tujuh negara terkaya di dunia alias G7 mengusulkan harga minyak Rusia dibatasi di kisaran US$ 65-70 per barel untuk memangkas pendapatan negara tersebut yang bisa digunakan untuk membiayai perang di Ukraina.

Pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa (UE) pun mendiskusikan batas harga tersebut di kelompok mereka, namun gagal mencapai kata sepakat. Beberapa negara menganggap batas harga tersebut terlalu rendah, dan lainnya menganggap masih terlalu tinggi.

“Masih ada perbedaan tingkat batas harga. Kita perlu melanjutkan secara bilateral,” kata seorang diplomat UE seperti dikutip Reuters, Kamis (24/11). “Pertemuan duta besar negara-negara UE berikutnya akan dilakukan Kamis malam atau Jumat,” kata diplomat itu.

G7, termasuk Amerika Serikat, serta seluruh Uni Eropa dan Australia, dijadwalkan untuk menerapkan batasan harga pada ekspor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember.

Advertisement

Langkah tersebut merupakan bagian dari sanksi yang dimaksudkan untuk memangkas pendapatan Moskow dari ekspor minyaknya sehingga memiliki lebih sedikit uang untuk membiayai invasi ke Ukraina.

Tetapi tingkat batas harga adalah masalah yang diperdebatkan. Polandia, Lituania, dan Estonia percaya bahwa dengan harga US$ 65-$70 per barel Rusia masih akan meraup keuntungan besar dari penjualan minyak, karena biaya produksinya hanya sekitar US$ 20 per barel.

Siprus, Yunani, dan Malta - negara-negara dengan industri perkapalan besar yang akan paling merugi jika kargo minyak Rusia terhalang - berpendapat bahwa batasnya terlalu rendah dan menuntut kompensasi atas hilangnya bisnis atau lebih banyak waktu untuk menyesuaikan.

“Polandia mengatakan batas harga tidak bisa melampaui US$ 30 per barel. Siprus menginginkan kompensasi. Yunani menginginkan lebih banyak waktu. Itu tidak akan terjadi malam ini,” kata seorang diplomat UE lainnya.

Sekitar 70%-85% ekspor minyak mentah Rusia diangkut oleh kapal tanker dan sisanya melalui pipa. Ide dari pembatasan harga adalah untuk melarang perusahaan pengapalan, asuransi, dan reasuransi menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali jika dijual tidak lebih dari harga yang ditetapkan oleh G7 dan sekutunya.

Karena perusahaan pelayaran dan asuransi utama dunia berbasis di negara-negara G7, batas harga akan membuat Moskow sangat sulit untuk menjual minyaknya - barang ekspor terbesarnya yang menyumbang sekitar 10% dari pasokan dunia - dengan harga yang lebih tinggi.

Pada saat yang sama, karena biaya produksi diperkirakan hanya sekitar US$ 20 per barel, batas tersebut masih akan menguntungkan bagi Rusia untuk menjual minyaknya dan dengan cara ini mencegah kekurangan pasokan di pasar global.

Minyak mentah Ural Rusia sudah diperdagangkan dalam kisaran yang dibahas di sekitar US$ 68 per barel. Diplomat UE mengatakan sebagian besar negara UE, dengan anggota G7 Prancis dan Jerman, mendukung batasan harga, hanya khawatir tentang kemampuan untuk menegakkannya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait