Kredivo Gandeng Bank Permata Salurkan Lini Kredit Rp 1 Triliun

Kerja sama ini merupakan kolaborasi channeling terbesar antara bank swasta dengan fintech.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
27 November 2019, 16:43
kredivo, bank permata, kerja sama lini kredit,
Kredivo
Aplikasi fintech lending Kredivo. Kredivo bekerja sama dengan Bank Permata untuk penyaluran lini kredit sebesar Rp 1 triliun.

Perusahaan teknologi finansial pinjaman (fintech lending) PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo) mendapatkan penyaluran lini kredit dari Bank Permata sebesar Rp 1 triliun. Penyaluran lini kredit ini disebut-sebut sebagai salah satu kolaborasi channeling terbesar yang pernah dilakukan bank swasta melalui entitas fintech di Indonesia.

Direktur PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo) Anita Wijanto mengatakan bahwa dana tersebut akan disalurkan sebagai pinjaman pada jutaan nasabah Kredivo dengan fokus pada masyarakat generasi milenial dan sektor retail dengan misi utama meningkatkan inklusi keuangan.

"Targetnya kembali ke visi kami, bagaimana membangun akses masyarakat ke kredit. Kadang baru kerja setahun dua tahun, ke bank ditolak, sekarang bisa akses," ujar Anita di Jakarta, Rabu (27/11). Selain itu Kredivo juga bekerja sama dengan sekitar 300 e-commerce dan 3.000 merchant offline.

Anita mengungkapkan bahwa peminjam di Kredivo terbagi menjadi dua kategori, yakni basic  yang mendapatkan plafon pinjaman maksimal Rp 3 juta dan premium maksimal Rp 30 juta. Sedangkan investor Kredivo seluruhnya adalah investor institusi dengan Bank Permata sebagai investor terbesar.

(Baca: Kredivo Dapat Pinjaman Rp 284 Miliar dari Perusahaan Asal AS)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Ritel Perbankan Permata Bank Djumariah Tenteram mengatakan bahwa pemberian lini kredit tersebut merupakan bentuk diversifikasi produk kredit. "Dengan adanya teknologi canggih seperti fintech, bisa membantu bank menjangkau pinjaman ke basis yang lebih luas," ujarnya.

Meski demikian, dia juga mengatakan bahwa kerja sama dengan fintech tidak mudah, oleh karena itu Permata harus lebih berhati-hati karena fintech merupakan model bisnis baru. "Risk management itu penting. Bukan hanya perlu pembiayaan yang besar, tapi harus punya performa yang bagus," kata Djumariah.

Dia mengungkapkan bahwa Permata baru memulai kerja sama dengan fintech lending dalam dua tahun terakhir. Dana Rp 1 triliun merupakan yang terbesar yang pernah dikucurkan oleh Permata pada peminjam melalui fintech lending.

Kendati demikian, kontribusi sektor fintech lending terhadap total kredit Bank Permata masih sangat kecil, kurang dari 1%. Namun kerjasama dengan Kredivo bukan yang pertama bagi Bank Permata. Sebelumnya pada 2017 Bank Permata menggandeng Amartha untuk penyaluran lini kredit usaha mikro.

(Baca: 4 Hal yang Bikin Pengajuan Dana Cepat di Kredivo Ditolak)

Sebagai informasi, berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun ini menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 76,19%. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK pada 2016 yaitu 67,8%.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan bahwa kerja sama antara perbankan dan fintech diharapkan bisa semakin meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia. "Melalui kolaborasi entitas fintech indeks inklusi keuangan di Indonesia diharapkan bisa mencapai 75%," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait