IHSG Kembali Rebound Tertolong Rupiah dan Harga Minyak

Kenaikan IHSG pagi ini didorong oleh turunnya harga minyak yang juga membuat nilai tukar rupiah menguat terhadap seluruh mata uang utama dunia.
Image title
19 Desember 2018, 10:44
Potensi Pasar Modal
ANTARA FOTO/Agung M Rajasa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada pembukaan pagi ini, Rabu (19/12). IHSG langsung naik ke posisi 6.116,59, dan terus bergerak naik. Hingga pukul 10.00, IHSG sudah mencapai posisi 6.139,05 atau naik 0,94%.

Kepala Analis Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya dalam risetnya mengatakan, IHSG untuk trade mixed to higher hari ini di bali meredanya kekhawatiran pada defisit neraca perdagangan karena harga minyak yang merosot.  Sementara itu Bank Indonesia juga akan mengumumkan policy rate-nya pada Kamis (20/12) besok, juga dalam rangka menekan defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD).

Rebound IHSG salah satunya juga didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah pagi ini. Tidak hanya terhadap dolar Amerika Serikat (AS), rupiah menguat terhadap seluruh mata uang utama dunia. Terhadap dolar AS rupiah menguat hingga 0,94% ke posisi Rp 14.375 per dolar AS. 

Rupiah juga menguat signifikan terhadap Euro menjadi Rp 16.366 per euro, atau menguat 0,75%, dan terhadap poundsterling Inggris 0,69% menjadi Rp 18.213 per pound. Seluruh mata uang utama di Asia seperti dolar Singapura, dolar Hongkong, won Korea, ringgit Malaysia, baht Thailand, dan yen Jepang, pun dilibas oleh rupiah pagi ini.

Advertisement

(Baca: Dorong Perbaikan Neraca Pembayaran, Ekonom Kritik Resep Bank Dunia)

Di sisi lain, indeks Amerika Serikat (AS) ditutup lebih baik pada perdagangan Selasa waktu setempat, atau Rabu pagi ini waktu Indonesia. Indeks Dow Jones naik 0,36%, S&P 500 naik 0,77%, dan Nasdaq naik 0,45%. Membaiknya indeks AS sedikit memberi doronga terhadap kenaikan IHSG pagi ini.

Kendati demikian investor masih berhati-hati menantikan keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya dengan kekhawatiran terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi global masih menjadi perhatian utama mereka.

Sementara itu ada sedikit kekecewaan dari investor terhadap presiden Tiongkok Xi Jinping, yang dalam pidato peringatan 40 tahun reformasi ekonomi Tiongkok kemarin, Selasa (18/12), dinilai tidak menawarkan komitmen baru untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

Xi hanya menegaskan bahwa proses reformasi ekonomi Tiongkok akan terus berjalan sesuai jalur yang telah diputuskan, dan tidak ada pihak yang dapat mengubah haluan Tiongkok. Ini menjadi pesan bagi pihak AS yang tengah berusaha membuat Tiongkok mengubah kebijakan perdagangannya.

Seluruh indeks sektoral pagi ini pun mengalami kenaikan sejalan dengan arah bursa. Sektor manufaktur dan konsumer menjadi dua sektor yang paling kuat mendorong pergerakan bursa dengan kenaikan indeks di atas 1%. Manufaktur naik 1,52% dan konsumer naik 1,32%.

(Baca: Sri Mulyani Lihat Sektor Properti Hadapi Dua Tantangan Tahun Depan)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait