Optimisme Vaksin Corona Buatan Bio Farma Dorong IHSG & Rupiah Menguat

Pengembangan vaksin virus corona oleh Bio Farma menjadi sentimen pendorong IHSG dan penguatan nilai tukar rupiah.
Image title
21 Juli 2020, 13:44
ihsg, nilai tukar, vaksin virus corona,
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pengembangan vaksin oleh Bio Farma bekerjasama dengan Tiongkok dongkrak optimisme pasar yang mendorong penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG naik 1,01% ke level 5.102,17 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (21/7). Di saat yang sama, nilai tukar rupiah di pasar spot juga menguat 45 poin ke Rp 14.746 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis CIMB Sekuritas Erwan Teguh, mengatakan bahwa kenaikan IHSG dan penguatan rupiah sepanjang sesi perdagangan pagi ini didorong tingginya ekspektasi pasar terhadap uji klinis tahap ketiga vaksin virus corona buatan Indonesia yang bekerjasama dengan perusahaan Tiongkok.

"Jadi ini ekspektasi sangat tinggi, pasar tinggal menunggu kapan vaksin ini mulai bisa digunakan,” katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (21/7).

Di sisi lain, Erwan mengungkapkan bahwa perubahan nomenklatur Gugus Tugas dan perubahan pendekatan kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi corona tidak terlalu mempengaruhi sentimen pasar. “Saya lihat tidak berpengaruh kepada sentimen pasar, karena kan pasar lihat eksekusinya nanti,” katanya.

Advertisement

(Baca: IHSG Diramal Melemah Lagi meski RI Dapat Vaksin Corona dari Tiongkok)

Sejak perdagangan dibuka, IHSG langsung melesat tinggi. Bahkan indeks sempat menyentuh level 5.106,87 atau naik 1,1% sebelum kemudian turun sedikit ke level penutupan jeda perdagangan. Tercatat ada 5,8 miliar saham yang diperdagangkan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 4,5 triliun.

Sebanyak 222 saham naik menopang laju indeks, 173 saham turun, dan sisanya tak bergerak. Adapun saham yang paling kuat menopang pergerakan IHSG hingga siang ini yaitu dua emiten BUMN farmasi, Indofarma Tbk (INAF) dan Kimia Farma Tbk (KAEF) yang masing-masing meroket 24,90% dan 24,36%.

Kenaikan dua saham ini didorong oleh sentimen perkembangan vaksin yang tengah dikembangkan Bio Farma dan perusahaan bioteknologi asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd. Indofarma dan Kimia Farma akan menjadi distributor vaksin yang akan diproduksi nantinya.

Selain itu saham penopang IHSG lainnya yaitu Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang melonjak 16,99%, serta Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) yang naik 16,36%, lalu Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) 11,93%, dan Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) yang lompat 11,89%.

(Baca: Jadi Distributor Vaksin Corona, Saham Indofarma & Kimia Farma Meroket)

Sementara itu nilai tukar rupiah sejak perdagangan dibuka hingga siang hari ini melaju kuat terhadap dolar AS. Bahkan rupiah sempat ke posisi Rp 14.711 per dolar AS atau menguat 79 poin.

Adapun vaksin yang dikembangkan Bio Farma dan Sinovac saat ini telah memasuki uji klinis tahap ketiga, yakni pengujian terhadap manusia untuk melihat efektivitas dan keamanannya.

Vaksin ini sedikit berbeda dengan yang lain. Alasannya, vaksin ini dapat mencegah penularan beberapa jenis virus Covid-19 yang berkembang. Covid-19 yang menyebar di Indonesia memiliki perbedaan dengan virus yang menyebar di Tiongkok. Pengujiannya dilakukan untuk mengukur keandalannya.

(Baca: Vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac Masuk Uji Klinis Tahap Ketiga)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait