IHSG Diramal Naik Usai 4 Hari Koreksi, Saham Properti DIrekomendasikan

IHSG diramal bangkit usai empat hari terkoreksi. Analis merekomendasikan saham-saham sektor properti seperti PWON, SMRA, ASRI.
Image title
1 Juli 2022, 06:38
ihsg hari ini, ihsg, rekomendasi saham, saham pilihan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (1/7) diperkirakan naik dan bergerak di rentang 6.888-7.074. Sebelumnya, IHSG terkoreksi 0,44% ke level 6.911,58 pada akhir perdagangan Kamis (30/6).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah penantian rilis data perekonomian inflasi.

Selain itu, data kedatangan wisatawan yang diperkirakan mengalami peningkatan juga menjadi faktor pergerakan IHSG hari ini. “Hal itu dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG,” kata William dalam risetnya, dikutip Jumat (1/7).

Rekomendasi saham menurut William untuk hari ini yaitu Pakuwon Jati (PWON), Alam Sutera Realty (ASRI), Summarecon Agung (SMRA), Unilever Indonesia (UNVR), H.M. Sampoerna (HMSP), Astra Agro Lestari (AALI), Kalbe Farma (KLBF), Astra International (ASII), dan Bank Central Asia (BBCA).

Advertisement

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut bahwa secara teknikal, IHSG saat ini menguji zona support 6890-6905 karena melemah di bawah level support sebelumnya di 6940.

“Indikator tren pergerakan rata-rata (MACD) yang mengarah ke bawah di zona negatif, dapat mengindikasikan bahwa fase bearish yang kuat akan segera dimulai,” kata Ivan.

Titik resisten IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 7.000, 7.070 dan 7.106, sedangkan support di posisi 6.890, 6.860 dan 6.798.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Jika harga terus turun, maka akan berlanjut untuk menemukan titik support baru.

Sedangkan, resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Dia merekomendasikan hold atau buy on weakness pada saham ASII di rentang harga 6.300-6.450. ASII masih dalam tren turun dengan support terdekat di level 6.475 dan pelemahan di bawah level tersebut dapat menyeret harga menuju support berikutnya di level 6.175.

Rekomendasi hold atau buy on weakness juga direkomendasikan pada saham Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan dengan rentang harga 7.450-7.650, dan saham Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dengan rentang harga 1.530-1.570.

EMTK berpeluang melanjutkan fase downtrend dengan level 1.815. Terakhir, Perusahaan Gas Negara (PGAS) adalah rekomendasi hold atau buy on weakness selanjutnya pada rentang harga 1.535-1.560. Untuk hold atau take profit, dia merekomendasikan Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) dengan rentang harga 2.790-2.860.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait