BKPM: Donatur Internasional Tawarkan Dana dan Jasa untuk Tsunami Palu

Ameidyo Daud Nasution
3 Oktober 2018, 14:08
Gempa Palu
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Prajurit TNI mengendong Korban gempa selamat di Bandara Mutiara Sis Aljufri untuk di evakuasi di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). TNI telah mengevakuasi sebanyak 550 warga menuju Makkasar.

 

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menerima banyak tawaran bantuan dari dunia internasional untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu. Dua di antara donatur tersebut adalah raksasa teknologi Google Inc dan Apple Inc, dengan bantuan dana masing-masing sebesar US$ 1 juta atau Rp 15 miliar.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, masih banyak tawaran bantuan dari perusahaan terkemuka lainnya. Namun, ia belum bisa membuka identitas perusahaan-perusahaan tersebut lantaran harus meminta izin terlebih dahulu.

"Kami tergugah dan bersyukur atas tawaran luar biasa yang masuk dari seluruh dunia," kata Thomas dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (3/10).

Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook melalui akun Twitter-nya mengatakan, bantuan sebesar US$ 1 juta atau Rp 15 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun kembali bangunan dan infrastruktur yang terdampak gempa Sulteng.

Salah satu bank internasional, The Hongkong and Shanghai Bank Corporation (HSBC) juga akan memberi bantuan sebesar Rp 1,8 miliar. Presiden Direktur HSBC Indonesia Sumit Dutta mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung di Sulawesi Tengah. "Bencana ini telah diberitakan oleh media lokal dan internasional," kata Sumit di kesempatan yang sama.

(Baca: Butuh Dana Besar, Pemerintah Terima Bantuan 18 Negara untuk Gempa Palu)

Selain perusahaan besar, Thomas juga menyebutkan ada perusahaan berskala menengah dan kecil yang menawarkan bantuan. Pemerintah akan berkoordinasi untuk menangani bantuan yang masuk agar tidak terjadi pemborosan. "Dikoordinasikan Menteri Koordonator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Kami juga menginventarisasi apa yang masuk dan dibutuhkan," kata dia.

Beberapa donatur bukan hanya menawarkan bantuan uang. Mereka juga menawarkan peralatan dan kebutuhan lain, seperti tenda, filter air, selimut, bahkan bantuan jasa seperti tim dokter serta tim penyelamat.

Thomas juga mengatakan, di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pekan depan, akan ada jamuan makan malam yang digelar American Chamber of Commerce atau Kamar Dagang dan Industri Amerika Serikat. Kesempatan ini akan dimanfaatkan BKPM untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur AS yang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).

(Baca: Google Donasi Rp 15 Miliar untuk Korban Tsunami Palu)

Dalam sidang kabinet kemarin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan telah berbicara dengan Managing Director IMF Christine Lagarde mengenai pelaksanaan Sidang Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali. "Dewan IMF sepakat berjalan dengan agenda di Bali minggu depan. Semua negara anggota IMF sangat antusias menunjukkan dukungan kepada Indonesia di saat sulit," ujar Thomas.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait