Perhatikan Kadar Gula Darah Normal untuk Cegah Diabetes

Mengetahui kadar gula darah normal dapat bermanfaat untuk bantu cegah diabetes. Kadar gula yang telalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Image title
8 Oktober 2021, 14:04
Ilustrasi seseorang mengukur kadar gula darah normal
Pexels/Klaus Nielsen
Ilustrasi seseorang mengukur untuk mengetahui kadar gula darah normal

Tubuh manusia terdiri dari berbagai sistem yang kompleks. Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan asupan makanan bergizi seimbang untuk kesehatan. Jika asupan gizi tidak terpenuhi, dapat muncul masalah kesehatan.

Dalam tubuh manusia terdapat gula darah, yaitu gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari asupan karbohidrat dalam makanan dan disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot rangka. Hal tersebut dijelaskan dalam “Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik” oleh Joyce Le Fever.

Penting untuk mengukur kadar gula darah secara berkala karena kadar yang tinggi akan menyebabkan hiperglikemia. Definisi hiperglikemia menurut organisasi American Diabetes Association (ADA) adalah kadar gula darah yang tinggi dengan nilai lebih dari normal.

Kadar gula menjadi tinggi karena tubuh tidak memproduksi insulin atau insulin tidak bekerja dengan baik sehingga dapat menyebabkan diabetes tipe 2 atau diabetes melitus yang dikenal juga sebagai kencing manis.

Kadar gula darah normal artinya jumlah gula dalam darah tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi. Menjaga pola makan, aktivitas, dan minum obat yang Anda butuhkan secara teratur dapat membantu mempertahankan kadar gula darah normal.

Kadar Gula Darah Normal

Dari publikasi Kementerian Kesehatan, jumlah kadar gula darah normal dibedakan sebagai berikut.

  • Gula Darah Sewaktu (GDS) / tanpa puasa adalah < 200 mg/dL.
  • Gula Darah Puasa (GDP) adalah < 126 mg/dL.

Merujuk pada Jurnal Kedokteran Diponegoro Volume 7, Nomor 1, Januari 2018, Gula Darah Sewaktu (GDS) adalah parameter pemeriksaan kadar gula darah yang dapat diukur setiap saat tanpa memperhatikan waktu pasien terakhir kali makan.

Sedangkan Gula Darah Puasa (GDP) adalah parameter pemeriksaan kadar gula darah yang diukur setelah pasien berpuasa setidaknya 8 jam.

Rekomendasi lain menurut organisasi American Diabetes Association (ADA) menyarankan jumlah kadar gula darah normal adalah:

  • 80 - 130 miligram per desiliter (mg/dL) atau 4,4 hingga 7,2 milimol per liter (mmol/L) sebelum makan.
  • Kurang dari 180 miligram per desiliter (mg/dL) atau setara dengan 10,0 mmol/L dalam waktu dua jam setelah makan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan kadar gula darah normal saat puasa adalah antara 70 mg/dL hingga 100 mg/dL (3,9 mmol/L - 5,6 mmol/L). Jika saat puasa kadar gula darah mencapai 100 hingga 125 mg/dL (5,6 hingga 6,9 mmol/L), WHO menyarankan untuk mengubah gaya hidup dan memantau lebih lanjut.

Organisasi ADA menjelaskan, beberapa orang akan memiliki kadar gula darah yang sedikit lebih tinggi bagi kelompok orang berikut:

  • Usia 60 tahun atau lebih.
  • Memiliki kondisi medis lain, seperti penyakit jantung, paru-paru atau ginjal.
  • Memiliki kondisi kadar gula darah rendah tapi tidak menyadarinya (ketidaksadaran hipoglikemia).

Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kadar gula darah normal dapat dipertahankan dengan cara berikut:

  • Konsumsi makanan sehat dengan banyak buah dan sayuran.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Ukur kadar gula darah secara berkala.
  • Makan pada waktu yang teratur dan jangan melewatkan waktu makan.
  • Pilih menu diet sehat rendah kalori.
  • Pantau asupan makanan, minuman, dan aktivitas fisik Anda.
  • Minum air putih daripada jus atau soda.
  • Batasi minuman beralkohol.
  • Kontrol porsi makanan Anda.

Cara Mengukur Kadar Gula Darah

Terdapat pilihan cara mengukur kadar gula darah sebagai berikut. 

Tes Darah 

Tes darah dapat dilakukan di laboratorium. Sebelum melakukan pemeriksaan, Anda harus  berpuasa dahulu selama 12 jam. Setelah itu, ada tes darah kedua yang dilakukan 2 jam setelah makan. 

Tes Urin  

Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik. Air kencing atau urin akan diperiksa dengan mengukur kadar albumin, gula, dan  mikroalbuminurea untuk mengetahui kadar gula darah. 

Glukometer 

Tes ini dapat dilakukan di laboratorium atau di rumah jika mempunyai alatnya. Cara penggunaan glukometer yaitu:

  • Masukkan chip yang terdapat pada tabung strip tes ke alat glukometer.
  • Bersihkan ujung jari (jari manis/jari tengah/telunjuk) dengan kapas yang telah diberi alkohol 70%, lalu keringkan.
  • Masukkan strip tes bila gambar strip tes telah muncul.
  • Tusukkan jarum khusus/lancet pada ujung jari secara tegak lurus, cepat, dan tidak terlalu dalam.
  • Tekan ujung jari ke arah luar.
  • Sentuhkan satu/dua tetes darah sampai memenuhi tengah area/ tanda pada strip tes.
  • Baca hasil pemeriksaan glukosa darah yang muncul.

Gejala Kadar Gula Darah yang Tinggi

American Diabetes Association (ADA) menjelaskan gejala kadar gula darah yang tinggi meliputi:

1. Sering merasa haus dan ingin buang air terus menerus

Buang air kecil yang berlebihan (poliuria) terjadi ketika kadar gula menumpuk dalam darah sehingga ginjal mulai bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula. Jika ginjal tidak dapat menjaga dan menyesuaikan gula darah kembali normal, maka tubuh akan mengeluarkannya melalui urin.

2. Merasa kelelahan

Kelelahan terus-menerus adalah gejala kadar gula darah yang tinggi. Ketika tubuh tidak memproses insulin dengan benar atau tidak memiliki jumlah insulin yang cukup, gula tetap berada dalam darah dan tidak masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.

3. Mengalami penglihatan kabur dan sering sakit kepala

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata bengkak karena cairan bocor, menurut Joslin Diabetes Center di Boston, Amerika Serikat. Ini mengubah bentuk lensa mata sehingga membuatnya tidak dapat fokus dengan benar dan menyebabkan penglihatan kabur.

4. Muncul luka yang sembuh lebih lambat

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan saraf dan mempengaruhi sirkulasi, terutama di tungkai bawah dan kaki. Hal tersebut dapat menunda penyembuhan karena tidak cukup aliran darah ke daerah tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait