Bank Mandiri Salurkan KUR Pariwisata Rp 4,79 T, Bidik Kerajinan - Kafe

Penyaluran KUR Bank Mandiri hingga November 2021 totalnya mencapai Rp 33,68 triliun.
Image title
17 Desember 2021, 21:35
Bank Mandiri Salurkan KUR Pariwisata Rp 4,79 T, Bidik Kerajinan - Kafe
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Karyawan Bank Mandiri mengenakan pakaian adat kebaya menghitung uang saat melayani nasabah di salah satu kantor cabang di Jatinegara, Jakarta, Selasa (21/4/2020).

PT Bank Mandiri Tbk mendorong pertumbuhan bisnis di sektor pariwisata melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Pada periode Januari-November 2021, Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp 4,79 triliun kepada 44 ribu UMKM.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, pariwisata menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19. Alhasil, banyak destinasi turis internasional seperti Bali dan Yogyakarta, mengandalkan pada kunjungan wisatawan lokal.

“Kami menyadari, pelaku sektor usaha, khususnya UMKM terdampak Covid-19 perlu mendapatkan perlakuan khusus agar bertahan atau bangkit dengan melakukan penyesuaian proses bisnis," kata Rudi dalam siaran pers, Jumat (17/12).

Penyaluran KUR ke sektor pariwisata merupakan salah satu strategi meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif. Langkah itu juga untuk meningkatkan kapasitas daya saing UMKM yang terkait dengan pariwisata.

Advertisement

"Saat ini perekonomian masyarakat sudah menunjukkan perbaikan dan terus meningkat. Kami berharap tren ini dapat terus berkembang sehingga memberikan dampak positif pada sektor usaha lainnya seperti pariwisata," kata Rudi.

Sebaran usaha yang menjadi objek pembiayaan KUR pariwisata Bank Mandiri meliputi penyediaan akomodasi, usaha kerajinan buah tangan, makanan oleh-oleh khas, usaha warung makan, kafe, dan penyewaan transportasi dan jasa.

Perekonomian yang pulih diharapkan akan mendorong persaingan yang sehat serta berdampak pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan. "Agar UMKM terus menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan," katanya.

Di samping pembiayaan langsung kepada UMKM, Bank Mandiri juga memberikan pendampingan kepada UMKM dalam pengelolaan usaha untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya, pelatihan untuk memperkenalkan program promosi digital dan pemanfaatan pembayaran digital.

Hingga November 2021, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp 33,68 triliun kepada lebih dari 353 ribu debitur. Rudi mengatakan, realisasi tersebut sudah mencapai 96,24 % dari total target penyaluran KUR pada 2021 sebesar Rp 35 triliun.

Bila dirinci berdasarkan sektor usahanya, mayoritas disalurkan ke sektor produksi dengan nilai menembus Rp 19,69 triliun atau sekitar 58,46 % dari total realisasi. Bank Mandiri menyalurkan juga ke sektor pertanian dengan total Rp 9,62 triliun dan sektor jasa produksi senilai Rp 6,66 triliun.

Bank Mandiri mengoptimalkan peran kantor cabang di wilayah guna memaksimalkan penyaluran KUR. Cabang yang mencatat penyaluran KUR tertinggi yaitu Semarang dan Yogyakarta dengan total penyaluran per November 2021 menembus Rp 5,24 triliun.

Realisasi tersebut sudah mencapai 94,7 % dari target penyaluran KUR di regional tersebut sebesar Rp 5,53 triliun. Tingkat kredit macet (NPL) juga mampu dijaga rendah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi virus corona Covid-19 berdampak terhadap kredit perbankan. Ini tercermin dengan masih tingginya risiko kredit (loan at risk/LaR) perbankan sebesar 22,67% hingga akhir kuartal II-2021.

Secara rinci, LaR dari kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 3,24%. LaR dari restrukturisasi kredit kolektibilitas 1 tercatat sebesar 14,03%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait