Cara Menurunkan Demam pada Bayi dan Orang Dewasa

Demam dapat diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan atau dengan cara-cara alami, seperti mengompres. Berikut cara menurunkan demam pada bayi dan orang dewasa.
Image title
29 November 2021, 13:42
cara menurunkan demam.
Pexels.com/Polina Tankilevitch
Cara menurunkan demam.

Demam merupakan gejala umum yang pernah dialami oleh hampir setiap orang. Demam ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius. Suhu tubuh yang meningkat merupakan salah satu cara sistem kekebalan tubuh manusia memerangi infeksi.

Ada beberapa cara menurunkan demam, seperti mengonsumsi obat antipiretik untuk membantu melawan bakteri atau virus. Namun, tak jarang demam bisa naik terlampau tinggi, sehingga membutuhkan penanganan serius sebelum terjadi komplikasi. Jika demam sudah melampaui 38 derajat celsius, maka periksakan ke dokter.

Demam dapat menyerang siapa saja, dari orang dewasa sampai bayi sekalipun. Adapun penyebabnya, di antaranya:

- Imunisasi, misalnya setelah mendapat vaksin pertusis

Advertisement

- Infeksi virus dan bakteri, misalnya meningitis, tifus, disentri, cacar air, dan infeksi saluran kemih

- Penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya

- Mengonsumsi jenis obat tertentu

- Berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari

- Penyakit, seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)

- Kanker, misalnya leukimia, kanker hati, atau kanker paru-paru.

Orang yang mengalami demam akan merasakan berbagai gejala lainnya, seperti nyeri kepala, keringat dingin, dehidrasi, menggigil, batuk, nyeri tenggorokan, diare, nyeri telinga, muntah-muntah, nyeri otot, menurunnya nafsu makan, hingga kelelahan.

Di samping itu, ada beberapa gejala demam yang perlu diwaspadai, antara lain:

- Leher kaku

- Mata sangat sensitif terhadap cahaya

- Muntah terus-menerus

- Timbul bercak-bercak kemerahan pada kulit

- Sesak nafas

- Cenderung mengantuk terus-menerus

- Nyeri dan tampak kesakitan

- Tidak mau minum dan frekuensi buang air kecil berkurang

Cara Menurunkan Demam pada Bayi

Seperti yang sudah dijelaskan, demam dapat menyerang bayi. Namun jangan panik, sebab panas pada bayi sebenarnya normal karena merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh yang baik ketika menangkal serangan kuman penyebab infeksi.

Pada bayi, demam dapat terjadi karena infeksi, mengenakan pakaian yang terlalu tebal, imunisasi, hingga tumbuhnya gigi. Mengutip Alodokter dan berbagai sumber terkait lainnya, berikut cara menurunkan demam pada bayi:

1. Kompres

Sudah bukan hal baru kalau mengompres merupakan alternatif dalam menurunkan panas. Kompres bisa dilakukan pada bagian dahi menggunakan lap basah dengan air hangat atau air biasa. Namun, jika panas cukup tinggi, mengompres juga bisa dilakukan pada bagian ketiak, leher, dan sebagainya.

2. Minum yang Cukup

Saat demam, ada kemungkinan bayi akan mengalami dehidrasi sebab mereka akan kehilangan cairan lewat penguapan dari kulitnya. Untuk itu, pastikan memberi asupan ASI atau susu formula dengan cukup.

3. Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan merupakan alternatif untuk menurunkan demam pada bayi. Jika bayi tampak pucat, tidak nyaman atau rewel, berikan obat penurun panas sebagai pertolongan pertama dan juga sebagai cara mengatasi demam pada bayi.

4. Jaga Suhu Kamar

Ketika bayi terserang demam, pastikan suhu ruang tidurnya tetap sejuk. Apabila suhu kamar panas, bisa menggunakan penyejuk udara atau kipas angin, tapi jangan diarahkan langsung ke bayi.

Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa

Demam pada orang dewasa dapat ditangani dengan mengonsumsi obat-obatan, di antaranya:

1. Paracetamol

Paracetamol merupakan obat penurun panas sekaligus pereda nyeri. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, puyer, hingga sirup.

Paracetamol boleh dikonsumsi oleh bayi berusia di atas enam bulan dan orang dewasa dengan dosis yang berbeda. Jangan mengonsumsi melebihi dosis yang disarankan.

2. Ibuprofen

Selain ampuh menurunkan panas, ibuprofen dapat melawan peradangan dan nyeri tubuh. Secara umum, obat ini aman untuk dikonsumsi, namun penggunaan pada beberapa orang dapat menimbulkn efek samping, seperti sakit perut. Karenanya, disarankan makan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ibuprofen.

3. Aspirin

Aspirin cenderung lebih keras dibandingkan obat penurun panas golongan AINS lainnya, sehingga tidak boleh dikonsumsi anak-anak tanpa konsultasi dokter.

Obat yang hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit perut hingga pendarahan dan tukak lambung.

4. Naproxen

Obat ini boleh dikonsumsi oleh anak berusia 12 tahun ke atas. Obat golongan AINS ini ampuh menurunkan panas, meredakan peradangan, dan mengurangi rasa nyeri.

5. Kompres Air Hangat

Saat sedang demam atau suhu tubuh panas, Anda mungkin mengompres badan dengan air dingin atau es batu yang dibungkus kain. Ternyata, cara ini tidak dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Kompres dingin lebih tepat digunakan untuk meredakan nyeri otot, bukan untuk menurunkan demam.

6. Rendam Kaki 

Salah satu cara menurunkan demam dan panas di badan adalah mencoba merendam kaki di air suhu normal atau suam kuku. Rendam kaki setidaknya selama 20 menit. Tips ini dapat membantu mendinginkankan dan merilekskan badan Anda. Untuk menambah sensasi menenangkan, Anda bisa mencampurkan beberapa tetes minyak atsiri yang disukai, seperti minyak peppermint.

7. Minum Air Kelapa

Air kelapa mengandung berbagai vitamin, mineral, dan elektrolit. Kandungan tersebut membantu Anda untuk lebih segar dan berenergi, khususnya ketika lemas karena suhu tubuh yang naik.

Air kelapa segar menjadi pilihan baik turunkan demam secara alami dibandingkan air kelapa kemasan. Apabila Anda membeli produk kemasan, perhatikan dengan saksama label komposisinya, terutama kandungan gula.

8. Oleskan Lidah Buaya

Punya stock gel lidah buaya di rumah? Ambil sedikit gelnya untuk dioleskan ke bagian kulit. Sebab, gel lidah buaya dapat membantu menurunkan panas. Untuk hasil yang optimal, simpan gel lidah buaya lebih dulu ke lemari es sebelum dioleskan.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait