17 Cara Menurunkan Demam Secara Alami

Suhu tubuh meningkat atau demam sebenarnya merupakan salah satu cara sistem kekebalan tubuh manusia memerangi infeksi. Berikut beberapa cara menurunkan demam.
Image title
29 Oktober 2021, 13:45
Cara menurunkan demam
Freepik
Cara menurunkan demam

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius yang umumnya merupakan respons tubuh terhadap penyakit. Suhu tubuh yang meningkat atau demam, merupakan salah satu cara sistem kekebalan tubuh manusia memerangi infeksi. 

Pengidap demam bisa mengonsumsi obat antipiretik untuk membantu melawan bakteri atau virus. Namun, kadang-kadang demam bisa naik terlalu tinggi, sehingga kondisinya perlu ditangani sebelum terjadi komplikasi. Segera periksakan ke dokter bila demam melebihi 38 derajat celsius.

Penyebab Demam

Demam dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Imunisasi, misalnya setelah mendapat vaksin pertusis
  • Infeksi virus dan bakteri, misalnya meningitis, tifus, disentri, cacar air, dan infeksi saluran kemih
  • Penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya
  • Mengonsumsi jenis obat tertentu
  • Berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari
  • Penyakit, seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Kanker, misalnya leukimia, kanker hati, atau kanker paru-paru.

Gejala Demam

Beberapa gejala yang dapat menyertai demam, antara lain:

Advertisement
  • Nyeri kepala
  • Keringat dingin
  • Menggigil
  • Dehidrasi
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri telinga
  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Nyeri otot
  • Nafsu makan turun
  • Kelelahan

Di samping itu, ada beberapa gejala demam yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Leher kaku
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya
  • Muntah terus-menerus
  • Timbul bercak-bercak kemerahan pada kulit
  • Sesak napas
  • Cenderung mengantuk terus-menerus
  • Nyeri dan tampak kesakitan
  • Tidak mau minum dan frekuensi buang air kecil berkurang

Cara Menurunkan Demam

Orang-orang yang sedang kepanasan atau sakit demam disarankan untuk tidak banyak bergerak. Semakin banyak gerakan, suhu tubuh juga akan semakin meningkat. Maka, hindari aktivitas fisik berlebihan sementara dan perbanyak istirahat.

Berikut 17 cara menurunkan demam dan suhu panas tubuh agar tak mengganggu aktivitas:

1. Kompres Air Hangat

Saat sedang demam atau suhu tubuh panas, Anda mungkin mengompres badan dengan air dingin atau es batu yang dibungkus kain. Ternyata, cara ini tidak dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Kompres dingin lebih tepat digunakan untuk meredakan nyeri otot, bukan untuk menurunkan demam.

Peningkatan suhu badan sejatinya adalah reaksi alamiah kekebalan tubuh untuk mempertahankan diri melawan infeksi. Jika Anda menempelkan kompres dingin, otak justru akan menerjemahkannya sebagai gangguan atau ancaman terhadap proses alamiah tersebut. Sebagai akibatnya, tubuh akan semakin meningkatkan temperatur inti dan membuat badan makin terasa panas.

Selain itu, kompres dingin juga berisiko menurunkan suhu tubuh secara tiba-tiba, sehingga memicu badan jadi menggigil. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menghindari kompres dingin atau mandi air dingin saat demam maupun kepanasan. Cara terbaik adalah dengan mengompres dengan air hangat.

2. Rendam Kaki di Air Suam Kuku

Salah satu cara menurunkan demam dan panas di badan adalah mencoba merendam kaki di air suhu normal atau suam kuku. Rendam kaki setidaknya selama 20 menit. Tips ini dapat membantu mendinginkankan dan merilekskan badan Anda.

Untuk menambah sensasi menenangkan, Anda bisa mencampurkan beberapa tetes minyak atsiri yang disukai, seperti minyak peppermint.

3. Konsumsi Sayur dan Buah dengan Kandungan Air Tinggi

Untuk menurunkan panas, Anda juga bisa mengonsumsi beberapa makanan yang tinggi kandungan airnya. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau membuatnya menjadi smoothies buah dan sayur. Tambahkan sedikit es batu untuk sensasi menyejukkan.

Beberapa contoh makanan dengan kandungan air tinggi, yaitu:

  • Semangka
  • Stroberi
  • Jeruk
  • Timun
  • Seledri

4. Minum Air Kelapa

Air kelapa mengandung berbagai vitamin, mineral, dan elektrolit. Kandungan tersebut membantu Anda untuk lebih segar dan berenergi, khususnya ketika lemas karena suhu tubuh yang naik.

Air kelapa segar menjadi pilihan baik turunkan demam secara alami dibandingkan air kelapa kemasan. Apabila Anda membeli produk kemasan, perhatikan dengan saksama label komposisinya, terutama kandungan gula.

Alternatifnya, Anda bisa minum teh herbal hangat racikan sendiri untuk menurunkan demam secara alami. Seduh teh tawar bersama potongan jahe, sereh, atau irisan lemon, dan madu untuk menambah nikmat rasanya.

5. Kenakan Pakaian Penyerap Keringat

Apabila sedang kepanasan karena demam atau suhu terik tapi Anda tetap harus beraktivitas, cobalah mengenakan bahan pakaian alami sebagai cara menurunkan panasnya. Contohnya, baju berbahan katun dan linen. Pasalnya, panas dapat keluar dari tubuh lebih mudah dengan bahan-bahan alami tersebut, dibandingkan pakaian dengan kain sintetis seperti akrilik dan nilon.

6. Oleskan Lidah Buaya

Punya stock gel lidah buaya di rumah atau kantor? Ambil sedikit gelnya untuk dioleskan ke bagian kulit. Sebab, gel lidah buaya dapat membantu menurunkan panas. Untuk hasil yang optimal, simpan gel lidah buaya lebih dulu ke lemari es sebelum dioleskan.

7. Minum Obat Demam

Jika berbagai cara menurunkan panas secara alami di atas tak kunjung meredakan suhu tubuh Anda, minumlah obat demam. Begitu juga jika Anda sedang mencari cara menurunkan demam pada anak. Pilihlah obat demam yang aman untuk anak.

8. Mengonsumsi Cabai

Mengonsumsi cabai memang dapat membuat Anda merasa hangat. Bahkan, mengonsumsi tanaman satu ini juga bisa membantu Anda menurunkan suhu tubuh.

Sebab, kandungan capsaicin yang dimiliki cabai dapat mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sedang kepanasan. Hasilnya, tubuh dapat mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya, dan suhu tubuh akan menurun.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait