Gunakan PLTS, Alfamart Sukses Berhemat Rp 500 Juta per Tahun

Pada 2023, rencananya akan ada 21 cabang Alfamart yang menggunakan PLTS. Penambahan cabang tersebut mampu memangkas biaya efisiensi tenaga listrik sebesar 20 %.
Nadya Zahira
18 Oktober 2022, 18:14
alfamart
Alfamart

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart mencatatkan penurunan emisi karbon hingga 461,58 ton dalam kurun waktu setahun. Alhasil, perusahaan berhasil menghemat pengeluaran sebanyak Rp 500 juta per tahun.

Capaian tersebut diperoleh berkat upaya perusahaan memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS di 11 lokasi kantor cabang dan gudang. Property and Development Director Alfamart, Hans Harischandra mengatakan untuk 2023, akan ada 21 cabang Alfamart yang menggunakan PLTS. Di mana hal ini penambahan tersebut mampu memangkas biaya efisiensi tenaga listrik sebesar 20%.

Haris juga mengatakan dengan pemasangan PLTS akan memberikan dampak sangat positif bagi lingkungan, karena memangkas emisi karbon hingga 461,58 ton.

"Kami berhasil menurunkan emisi karbon lebih dari 460 ton. Dari sisi tenaga listrik, kami bisa memberikan 462,97 MWh dan juga menekan penggunaan batu bara sebanyak 187,04 ton. Itu signifikan sekali," ujarnya.

Advertisement

Dengan pemasangan PLTS, Alfamart turut memperoleh manfaat positif, dengan menghemat pengeluaran lebih dari Rp 500 juta setiap tahunnya. Hal tersebut tentunya menguntungkan perusahaan.

Komitmen tersebut sudah diterapkan sejak 2021 dan akan berlanjut di tahun mendatang. Rencananya, perusahaan akan menambah PLTS di 9 kantor cabang dan gudang lagi. Adapun lokasi PLTS tersebar di beberapa kota, seperti Palembang, Banjarmasin, Medan, Parung, Bogor, Balaraja, Bandung, Rembang, Malang, Bali, dan Karawang.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin mengatakan upaya yang dilakukan perusahaan dengan kode saham AMRT tersebut bertujuan untuk menyelamatkan bumi. Alhasil energi terbarukan dipilih untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, sekaligus mendukung upaya pemerintah mencapai target net zero emission pada 2060.

“Salah satunya melalui penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan untuk kebutuhan listrik operasional dengan memanfaatkan energi surya. Alfamart adalah perusahaan yang mengedepankan aspek berkelanjutan dalam kerangka Environmental Social and Governance (ESG),” ujar Solihin, dalam acara Green Retailing Alfamart, pada Selasa (18/10).

Dengan total kapasitas sebesar 784,92 kWp, Solihin mengatakan penerapan PLTS Alfamart memberikan banyak manfaat, khususnya bagi lingkungan. Dengan kapasitas tersebut, Alfamart dapat menurunkan emisi karbon lebih dari 10 ribu ton, atau setara dengan menanam 400 ribu lebih pohon selama 25 tahun. 

Untuk saat ini, prioritas pembangunan PLTS dilakukan di kantor cabang dengan lingkup bisnis yang cukup luas. Ke depan, Alfamart akan konsisten menambah jumlah PLTS di kantor dan gudang Alfamart.

"Jadi ada 1 DC (distribution center) yang melayani 800 gerai. Itu pasti besar. Tapi ada DC yang cuma melayani 300-400 gerai, jadi kita prioritas yang besar dulu," ujarnya.

Di sisi lain, Sunterra yang merupakan bagian dari Grup SUN dipercaya menjadi salah satu mitra bisnis Alfamart untuk menginstalasi sistem PLTS di jaringan distribusi Alfamart. Perusahaan itu juga mengapresiasi langkah Alfamart untuk melakukan transisi energi menuju era energi baru. 

CEO Executive Officer SUNterra Fanda Soesilo pun mengapresiasi kerja sama yang dilakukan pihaknya bersama Alfamart. Apalagi dia mengatakan Alfamart sangat detail dalam pemilihan material untuk PLTS.

"Prosesnya cukup panjang. Alfamart sangat ketat, diliatin satu-satu, di-detailing. PLTS yang diminta Alfamart ini bukan yang biasa, tapi tier 1, top tier. Semua yang terbaik," ujarnya, dalam acara Green Retailing.

Dijelaskan Fanda, solar panel yang dipasang di kantor cabang Alfamart menggunakan sistem on grid. Dimana panel surya akan menyerap daya langsung dari sinar matahari di waktu siang, kemudian mengubahnya menjadi listrik dengan alat yang dinamakan inverter.

"Karena kalau matahari yang diserap masih arus DC. Dengan inverter akan diubah menjadi arus AC, itulah yang akan digunakan sehari-hari," ujarnya.

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait