Bantu Petani dan Lingkungan, DBS Indonesia Luncurkan Tabungan Khusus

DBS Indonesia menargetkan pembukaan 2.000 rekening dari nasabah private dan priority banking.
Image title
4 Juni 2021, 23:59
(ki-ka) Head of Segmentation, Liabilities, and Mortgage PT Bank DBS Indonesia, Festia Pisa Valensia; Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung; dan CMO of Krakakoa, Yohan Christian berbincang dalam acara peluncuran Green Savings, pad
DBS Indonesia
(ki-ka) Head of Segmentation, Liabilities, and Mortgage PT Bank DBS Indonesia, Festia Pisa Valensia; Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung; dan CMO of Krakakoa, Yohan Christian berbincang dalam acara peluncuran Green Savings, pada Jumat (4/6) di Jakarta. Produk Green Savings dari Bank DBS Indonesia memungkinkan nasabah menabung sambil berdonasi ke Krakakoa melalui penyisihan langsung sebagian bunga tabungan nasabah. Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung moda

Bank DBS Indonesia meluncurkan produk tabungan rekening Green Savings, bekerjasama dengan wirausaha sosial Krakakoa. Produk diharapakan bisa mempermudah nasabah berdonasi dan berkontribusi aktif terhadap keberlangsungan sosial dan lingkungan. Salah satunya, dengan menyisihkan langsung sebagian bunga tabungan.

Adapun seluruh donasi yang terkumpul, nantinya disalurkan untuk mendukung modal usaha dalam bentuk pupuk dan bibit. Selain itu, ada juga pelatihan 1.000 petani kakao di Indonesia guna meningkatkan taraf hidup dan pertanian kakao yang berkelanjutan.

Head of Segmentation, Liabilities, and Mortgage DBS Indonesia Festia Pisa Valensia menjelaskan, tren dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai sustainability (berkelanjutan) mengalami peningkatan. Untuk itu, DBS Indonesia berkomitmen mewujudkan aspirasi nasabah untuk memberikan dampak positif terhadap sosial dan lingkungan.

Hal tersebut sejalan dengan misi DBS Indonesia untuk memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan. Dalam bentuk konkrit, perusahaan menerapkan kinerja perbankan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta berdampak social. DBS Indonesia juga menghadirkan produk-produk dengan prinsi environmental, social and good governance (ESG), salah satunya adalah rekening Green Savings.

Advertisement

“Kami menargetkan pembukaan 2.000 rekening dari nasabah private dan priority banking DBS Indonesia,” kata Festia dalam peluncuran rekening secara daring, Jumat (4/6).

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari Gita Syahrani mengungkapkan, aspek sustainability pada sektor perbankan dan keuangan tidak hanya memberikan keuntungan finansial besar. Itu juga memberi dampak positif untuk lingkungan dan sosial.

Di Indonesia, stabilitas keuangan dapat difokuskan untuk membangun dampak positif melalui sektor strategis berbasis ESG. Itu sesuai dengan target nasional, termasuk energi, pertanian dan perkebunan lestari.

Selain itu, melalui hilirisasi basis alam dapat sekaligus memberdayakan wirausaha sosial, usaha mikro kecil dan menengan (UMKM), dan bisnis lain yang memberikan dampak positif. Sektor perbankan dan keuangan juga dapat bergotong royong dengan daerah untuk menghubungkan sektor yang belum terintegrasi. Salah satunya bisa dengan pendekatan kawasan industri alam di desa dengan payung ESG.

“Itu akan mendorong dampak berkelanjutan yang lebih holistik,” ujar Gita pada kesempatan yang sama.

CEO Krakakoa, Sabrina Mustopo menyampaikan, kehadiran Krakakoa adalah untuk meningkatkan taraf hidup petani kakao di Indonesia. Selain itu, ikut mendorong pertanian kakao yang berkelanjutan dalam aspek lingkungan maupun bisnis.

Mengusung prinsip farmer-to-bar, Sabrina menjelaskan kalau petani telah dibekali pelatihan dan dukungan untuk menghasilkan biji kakao yang berkualitas tinggi. Untuk itu, perusahaan dapat menjamin kalau harga beli akan stabil atau tetap.

“Kerjasama strategis bersama DBS Indonesia membuka akses lebih luas kepada masyarakat untuk berkontribusi mendukung keberlangsungan petani dan pertanian kakao,” kata Sabrina.

Berdasarkan studi yang dilakukan Deloitte bertajuk Shifting sands: How consumer behaviour is embracing sustainability, sebanyak 43% konsumen memilih brand yang telah melakukan praktik dan memiliki nilai sustainability di bisnisnya. Studi tersebut menunjukkan, semakin affluent (sejahtera) konsumen, maka semakin besar kemungkinan mereka mengadopsi gaya hidup berkelanjutan.

Sejak beberapa tahun terakhir, DBS Indonesia konsisten menggandeng mitra, nasabah, dan karyawan sebagai upaya berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal tersebut juga untuk meningkatkan kualitas, dan operasional perbankan yang berkelanjutan.

Beberapa program yang terus menerus dilaksanakan tersebut meliputi, pembagian paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi, distribusi peralatan tes Covid-19 ke beberapa institusi kesehatan. Upaya lainnya yakni, mendukung rangkaian produk perbankan berbasis ESG (Environmental, Social and Governance), seperti produk RHB SRI KEHATI Index Fund yang berfokus ke pasar Indonesia di 2017, dan Batavia Global ESG Sharia Equity USD di awal tahun ini yang menjangkau offshore. Keduanya merupakan instrumen investasi reksadana berbasis saham.

Rekening Green Savings juga melengkapi rangkaian produk perbankan berbasis ESG untuk memberikan dampak positif aspek sosial dan lingkungan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait