Anak Usaha Bukalapak Rilis Aplikasi Investasi Mulai dari Rp 1.000

Anak Usaha Bukalapak, BMoney menawarkan beragam produk reksadana mulai dari pasar uang hingga saham. Jenisnya pun beragam, dari konvensional maupun syariah.
Image title
25 Juni 2021, 21:06
Bukalapak
Katadata

Bukalapak berkolaborasi dengan manager investasi (MI) PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (Ashmore) luncurkan aplikasi investasi BMoney. Melalui anak usaha Bukalapak PT Buka Investasi Bersama (BIB), masyarakat bisa berinvestasi mulai dari Rp 1.000.

Selain modal investasi awal yang rendah, proses registrasi BMoney diklaim mudah dan dapat dilakukan hanya dalam lima menit. Pengguna aplikasi juga tidak akan dikenakan biaya transaksi dan dapat mengakses aplikasi 24 jam.

Di samping itu, faktor keamanan juga menjadi salah satu prioritas BIB dan Ashmore untuk memberikan rasa aman, mudah, dan cepat saat berinvestasi menggunakan BMoney. Harapannya, berbagai kemudahan yang ditawarkan mampu memberikan edukasi pada investor BMoney yang baru mulai berinvestasi.

Dhinda Arisyiya COO BIB menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan terobosan inovasi berbasis teknologi. “Dalam proses pemulihan ekonomi saat ini, peran inovasi berbasis teknologi dapat memberikan solusi di sektor keuangan,” katanya dalam keterangan resmi Jumat (25/6).

Advertisement

BMoney menawarkan beragam produk reksadana mulai dari pasar uang hingga saham. Jenisnya pun beragam, dari konvensional maupun syariah. Ke depan perusahaan akan terus menambah dan mengembangkan berbagai instrumen, termasuk fitur investasi untuk menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas.

“Targetnya, kami bisa mengajak 500.000 pengguna di tahun pertama,” ujarnya.

CEO BIB sekaligus President Bukalapak Teddy Oetomo menyatakan, kolaborasi BMoney merupakan realisasi kerja sama strategis infrastruktur teknologi. Dia optimistis kehadiran BMoney dapat berkontribusi positif dalam menciptakan inklusi finansial dan kesetaraan ekonomi untuk semua.

Di samping itu, Teddy menjelaskan bahwa BIB telah memiliki izin Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Artinya, pemenuhan kepatuhan juga telah dilakukan dengan sangat baik dalam operasional yang diawasi penuh OJK secara berkelanjutan,” katanya.

 Direktur Utama Ashmore, Ronaldus Gandahusada optimistis pertumbuhan industri aset manajemen dapat diakselerasi melalui strategi digital. Menawarkan modal awal investasi yang rendah, investor BMoney bisa mendapat akses ke produk investasi populer dengan fitur yang mudah digunakan.

“Aksesibilitas dan kepercayaan terhadap platform investasi menjadi dua hal penting untuk bersaing di era digitalisasi,” kata Ronaldus.

Director of Business Development BIB Angganata Sebastian menyampaikan, kemudahan teknologi yang ditawarkan BMoney diharapkan bisa mendorong seluruh masyarakat berinvestasi secara cepat dan cermat. Pengguna juga dapat melihat produk-produk investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko mereka.

Sejalan dengan tagline Cuan Jadi Gampang, BMoney diharapkan mampu mengajak masyarakat berinvestasi sedini mungkin dan menjadi bagian generasi melek dan paham investasi.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait