Mitra Angkasa Incar Dana IPO Rp 159 M, Tawarkan Saham Rp 100-Rp110

Mitra Angkasa akan menggunakan sebagian besar dana segar hasil IPO untuk modal kerja perseroan.
Image title
5 Januari 2022, 18:42
Mitra Angkasa
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021).

PT Mitra Angkasa Sejahtera akan menerbitkan 1,45 miliar saham baru melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai Rp 100 - Rp 110 per saham. Dengan kata lain, Mitra Angkasa akan mendapatkan dana segar maksimal Rp 159,5 miliar. 

Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,16miliar waran Seri I yang menyertai saham IPO senilai Rp 125 per waran atau Rp 145 miliar. Waran Seri I ini akan diberikan gratis sebagai insentif pada pemegang saham baru perseroan. 

Mayoritas dana segar hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja perseroan. Secara rinci, sebanyak 6% akan digunakan  untuk pembayaran utang pada salah satu pemegang saham pengendali (PSP) perseroan, NA Fasteners Pte Ltd. 

Total utang yang akan dibayar perseroan mencapai Rp 8 miliar dari saldo utang perseroan ke NA Fasteners senilai Rp 8,48 miliar. Dana IPO lainnya akan digunakan untuk pembelian  persediaan. 

Advertisement

Pasca IPO, pemilikan saham PSP akan terdilusi dari 77,61% menjadi 54,17%. Sementara itu pemilikan PT FAS Bersama Investama akan susut menjadi 15,63%, sementara itu total saham perseroan di publik akan mencapai 30,21%. 

Saat ini, Mitra Angkasa sedang menjalani masa penawaran awal hingga 10 Januari 2022. Adapun, masa penawaran umum akan berlangsung pada 20-25 Januari 2022, sedangkan Mitra Angkasa akan resmi tercatat di bursa pada 27 Januari 2022. 

Sebelumnya, Direktur Utama MAS Simon Hendiawan mengatakan proses IPO dilakukan demi meningkatkan kinerja dan mendongkrak daya saing perusahaan. Sayangnya, Simon belum merinci porsi saham yang akan ditawarkan ke publik, target penghimpunan dana maupun waktu pelaksanaan IPO tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan telah mencatatkan pertumbuhan penjualan lebih dari 11% sampai Oktober 2021. Salah satu pendorong pertumbuhan omzet adalah kenaikan permintaan mur dan baut di dalam negeri.

"Permintaan lebih tinggi dari pasokan, Itu berarti potensi bisnisnya bagus sekali. Kami saja sampai saat ini kewalahan memenuhi permintaan pasar karena tingginya kebutuhan," kata Simon dalam keterangan resmi

Menurut profil perusahaan, saat ini MAS memiliki 22 titik distribusi yang tersebar 22 kota. Pada 2025, perseroan menargetkan titik distribusi dapat tumbuh setidaknya 172% atau bertambah lebih dari 60 titik. MAS sejauh ini mendistribusikan 10 merek dagang dengan puluhan jenis mur dan baut. 

Simon mengatakan, mur dan baur merupakan bahan baku bagi beberapa sektor industri, seperti industri properti, infrastruktur, hingg elektronika. Menurutnya, upaya program vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan mendorong kinerja perseroan.

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait