Kemenkes Layani Pendaftaran Semua Jenis Vaksin Covid-19 Dosis 1 dan 2

Calon penerima vaksin hanya disyaratkan untuk memiliki dan membawa Kartu Tanda Penduduk saat vaksinasi Covid-19.
Image title
23 Agustus 2021, 19:07
vaksin, Pfizer, vaksinasi, Covid-19, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 dari Pfizer untuk disuntikkan ke seorang warga di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta, Senin (23/8/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

Capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua masih terlampau jauh dibandingkan dosis pertama. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengimbau masyarakat yang belum menerima suntikan vaksin dosis kedua untuk mendaftar secara daring melalui vaksin Loket.com.

Setelah mendaftar, masyarakat bisa mengikuti vaksinasi di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) yang beralamat di Jalan Hang Jebat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Gampang, daftar online di loket.com di sentra vaksinasi Kemenkes Hang Jebat untuk semua jenis vaksin," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu kepada Katadata, Senin (23/8).

Menurutnya, pendaftaran bisa dilakukan oleh penduduk domisili seluruh daerah. Calon penerima vaksin hanya disyaratkan untuk memiliki dan membawa Kartu Tanda Penduduk saat vaksinasi.

Selain Hang Jebat, Kemenkes juga membuka sentra vaksinasi di KKP Priok, RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, RS Persahabatan, dan RS Dharmais. "Pendaftaran melalui loket.com hanya untuk Hang Jebat. Lokasi lain datang langsung," ujar dia.

Namun berdasarkan pantauan Katadata, pendaftaran vaksinasi dosis kedua tidak bisa dilakukan di loket.com. Layanan tersebut hanya menyediakan menu pendaftaran vaksinasi dosis pertama di Hang Jebat pada 8 Maret-4 September 2021.

"Khusus vaksin pertama, jika sudah pernah melakukan vaksin pertama, maka panitia berhak untuk menolak," demikian tertulis.

Saat dikonfirmasi, Maxi hanya mengatakan program vaksinasi di Hang Jebat berjalan seluruhnya. Selain itu, vaksinasi di lokasi tersebut dibuka tanpa masa periode tertentu.

"Hang Jebat sampai dosis kedua," katanya.

Berdasarkan data Kemenkes hingga 23 Agustus pukul 12.00 WIB, total vaksinasi dosis 1 baru diberikan kepada 57,77 juta orang atau 27,74% dari target. Sedangkan, vaksinasi dosis 2 baru sebesar 32,04 juta orang atau 15,39% dari target.

Adapun, pemerintah membidik 208,26 juta orang menerima vaksin virus corona. Target itu meliputi tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum usia 12-17 tahun.

Layanan vaksin Pfizer

Masyarakat yang tinggal di wilayah Jabodetabek mulai hari ini, Senin (23/8),sudah bisa mendapatkan vaksin Pfizer. Namun, mengingat jumlah vaksin yang masih terbatas, hanya beberapa fasilitas kesehatan(faskes) yang akan melayani vaksinasi dengan Pfizer.

Setidaknya sudah ada empat faskes yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan vaksin Pfizer mulai hari ini. Ke empat faskes tersebut adalah Puskesmas Kecamatan Cilandak, Puskesmas Kelurahan Lebak Bulus, Puskesmas Kelapa Gading yang menggunakan lokasi di Gedung Judo Kelapa Gading, serta Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan yang berlokasi di Jalan Hang Jebat Jakarta Selatan.

Dosis vaksin Pfizer dibatasi, misalnya, untuk Puskesmas Cilandak hanya menyediakan vaksin Pfizer dengan kuota 60 dosis setiap hari. Persyaratan untuk mendapatkan vaksin Pfizer, di antaranya belum pernah mendapatkan dosis 1 dan 2 vaksin COVID-19, warga negara Indonesia (WNI) yang ber-KTP DKI atau berdomisili di DKI Jakarta (dibuktikan dengan membawa surat berdomisili di DKI Jakarta, bila memiliki Komorbid membawa surat rekomendasi dari dokter spesialis, serta berusia diatas 18 Tahun.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait