Jokowi Akan Berpidato di PBB, Sampaikan Ketimpangan Akses Vaksin

Presiden Jokowi juga akan menghadiri Global Covid-19 Summit. Kehadiran Jokowi adalah atas undangan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
Image title
15 September 2021, 12:04
Jokowi, PBB, vaksin, gerakan 3M
Kementerian Luar Negeri
Presiden Jokowi berpidato pada Sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa New York, 22 September 2020

Presiden Joko Widodo, atau Jokowi, direncanakan akan  menyampaikan pidato dalam sesi debat umum pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-76, pekan depan. Sejumlah isu akan disampaikan Jokowi melalui pidatonya, terutama soal ketimpangan akses vaksin global.

Presiden Jokowi tidak akan hadir langsung di New York, Amerika Serikat, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.  Mantan Gubernur DKI itu akan menjadi pemimpin negara ke-5 dari 17 pemimpin negara yang dijadwalkan berpidato dalam sesi debat umum.

Sesi debat umum akan diselenggarakan pada Kamis pagi, (23/9)  WIB atau Rabu (22/9) waktu New York. Pada tahun lalu, Jokowi juga berpidato secara virtual.

Direktur Jenderal Kerja sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan Presiden Jokowi akan menyampaikan beberapa isu utama, di antaranya.

1. Tantangan pandemi yang belum usai, ketimpangan vaksinasi global.
2. Upaya Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia sebagai bagian dari DNA Polugri Indonesia.
3.  Mendorong terciptanya perdamaian melalui dialog dan solusi politik (seperti Palestina, Afghanistan dan Myanmar).
4. Penguatan mekanisme PBB dan multilateralisme untuk memperkokoh solidaritas antar bangsa.
5. Peran Indonesia sebagai anggota Dewan HAM 2020-2022, anggota Dewan  Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) 2021-2023, serta Presidensi G20 tahun 2022.

"Fokus utama Indonesia pada akses vaksinasi global serta bagaimana memperbaiki akses pengobatan,"tutur Febrian, pada acara media briefing, Rabu (15/9). 

Persoalan akses vaksin dan perubahan iklim akan menjadi  fokus utama dalam Sidang Umum PBB ke-76 pekan depan. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga akan menyampaikan pidato terkait vaksinasi global.

Selain menyampaikan pidato, Presiden Jokowi juga dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan virtual di sela sela Sidang Umum PBB di antaranya Global Covid-19 Summit pada 22 September. Kehadiran Jokowi pada acara itu adalah atas undangan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

"Diselenggarakan secara virtual live. dan bapak presiden dijadwalkan berpartisipasi secara virtual," tutur Febrian.

Global Covid-19 Summit akan membahas sejumlah agenda penting dan direncanakan menghasilkan dokumen yang memuat komitmen negara peserta summit terhadap tiga isu penting, yaitu memperbaiki suplai vaksin termasuk terkait logistik dan mengatasi keraguan akan vaksin, memperbaiki akses pengobatan, serta  pembiayaan dan peningkatan kapasitas pencegahan pandemi di masa depan.

 Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan 36 lembaga dan perwakilan negara di sela sela Sidang Umum PBB.

Selain dengan Sekjen PBB, Retno akan menggelar pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri Iran, India, Pakistan, Serbia, Turki, Belanda, UK, Perancis,  dan Yordania. Indonesia juga akan menggelar pertemuan trilateral dengan India dan Australia.

"Kehadiran Menlu di sidang PBB juga akan dimanfaatkan untuk memastikan akses vaksin yang lebih besar tidak hanya bagi Indonesia namun bagi negara lain yang membutuhkan,"kata Febrian.

Sebagai Ketua G20 pada 2022, Indonesia juga akan mendorong kerja sama antar negara untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait