Pengusaha Shandong Cina Realisasikan Investasi di Batang Tahun Depan

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama investasi antara pengusaha Shandong dan Indonesia diharapkan segera diwujudkan sehingga pelaksanaan proyek dapat dimulai sebelum pertengahan 2022.
Image title
6 Oktober 2021, 16:38
Cina, investasi, Batang
Kementerian Luar Negeri
Dubes RI Untuk RRT Djauhari Oratmangun menerima kunjungan Presiden dan Sekjen Shandong Timber and Wood Products Association

Asosiasi  pengusaha Timber and Wood Products Provinsi Shandong dari Cina terus mematangkan rencana investasi mereka di Batang, Jawa Tengah.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama investasi antara  pengusaha Shandong dan Indonesia diharapkan segera diwujudkan sehingga pelaksanaan proyek dapat dimulai sebelum pertengahan 2022.

Perkembangan rencana investasi pengusaha Shandong disampaikan  Presiden dan Sekjen Shandong Timber and Wood Products Association saat bertemu dengan Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok (RTT) Djauhari Oratmangun, pekan lalu.

"(Rencana) sudah cukup matang. (Mereka) Sudah berkunjung ke lokasi sejak Mei lalu. (Mereka juga)Sudah buat rencana bisnis dan segera akan tandatangan,"tutur Djauhari, kepada Katadata, Selasa (5/10).

 Rencana investasi Shandong Timber and Wood Products Association di industri kayu masih menghadapi beberapa masalah teknis  tetapi  kendala tersebut diharapkan akan segera diselesaikan.

Sebagai bagian awal dari rencana besar investasi mereka, Shandong Timber and Wood Products Association akan menanamkan modal awal sebesar US$600-650 juta atau sekitar Rp8,4-9,1 triliun.

"Masih ada beberapa masalah teknis yang akan dibahas. Kira-kira untuk awal (investasi) dikisaran US$ 600 sampai dengan US$650 juta,"tuturnya.

Untuk mendorong kerja sama kedua negara khususnya Provinsi Shandong dengan Provinsi Jawa Tengah, Shandong Timber and Wood Products Association juga mengusulkan pembentukan Sister Province.

 Djauhari  menegaskan pemerintah Indonesia akan memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman investasi pengusaha Shandong di Indonesia.

KBRI Beijing juga siap memfasilitasi usulan pembentukan Sister Province untuk lebih meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Tiongkok.

Seperti diketahui, Pengusaha Shandong sudah menyampaikan minat investasi sejak November 2019 lalu. Minat investasi tersebut pertama kali disampaikan kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Saat itu, Bahlil menerima Letter of Intent (LoI) dari Presiden Asosiasi Kayu dan Produk Kayu dari Provinsi Shandong RRT (China Shandong Wood and Wood Products Circulation Association) Yang Yuelu.

Menurut BKPM, minat asosiasi Provinsi Shandong dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) yang berisi komitmen membangun kawasan industri furnitur dan produk kayu berbasis ekspor di Jawa Tengah.

 Kawasan industri ini nantinya akan diisi oleh usaha pengolahan produk kayu, pergudangan, jasa perdagangan serta industri-industri pendukung lainnya. Investasi pengusaha Shandong diperkirakan mencapai US$1,3 miliar dan harapkan bisa mempekerjakan ribuan tenaga kerja.

Selain di Batang, pengusaha Shandong  tertarik menanamkan investasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Pada April lalu, mereka bahkan sudah melakukan audiensi ke kabupaten tersebut. Kendati core bisnis Shandong Timber and Wood Products Association adalah industri perkayuan, namun dalam asosiasi tersebut  terdapat perusahaan menjalankan bisnis di berbagai sektor seperti pertanian, pertambangan, dan  peternakan.


News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait