Penjualan Mobil Turun 10,2% di Oktober, Honda Masih Moncer

Secara keseluruhan, penjualan mobil pada periode Januari-Oktober 2021 mencapai 703.089 unit, naik 67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (420.976).
Image title
22 November 2021, 13:35
mobil, penjualan mobil, PPnBM, otomotif
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sales Promotion Boy (SPB) berjaga di booth mobil Honda di hari pertama pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2021 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (11/11/2021). GIIAS 2021 yang berlangsung 11 - 21 November 2021 akan diikuti 24 merek kendaraan penumpang dan komersil anggota GAIKINDO serta menghadirkan produk mobil baru dan konsep serta sepeda motor dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Perpanjangan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas penjualan mobil baru belum cukup mendongrak penjualan mobil di Oktober.

Penjualan mobil di Oktober tercatat 75.544 unit, turun 10,2% dibandingkan pada bulan September (84.121 unit).  Namun, penjualan tersebut masih naik 54% dibandingkan Oktober tahun lalu (49.018).

Penurunan penjualan terutama terjadi pada kelompok mobil keluaran Astra. 

Secara kesekuruhan,  merk yang dikelola Astra baik Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot terjual sebanyak 41.729 unit, turun 23,2% dibandingkan September (54.336).

Advertisement

 Namun,  dibandingkan tahun lalu, penjualan Astra naik tajam. Pasalnya,  pada Oktober tahun 2020,  kelompok Astra hanya menjual 26.410 unit.

Toyota yang selama ini menjadi andalan Astra, penjualannya turun 36,1% di bulan Oktober. 
Toyota menjual mobil sebanyak 21.797 di bulan Oktober sementara di bulan September sebanyak 34.122 unit.

Pada Oktober tahun lalu, Toyota hanya menjual 16.419 unit.

Daihatsu menjual mobil sebanyak 17.020 unit pada Oktober, turun 2,9% dibandingkan September (17.529 unit).

Isuzu mencatatkan penjualan sbesar 2.779 unit, naik4,9% dibandingkan September.

 Berbeda dengan kelompo Astra, Honda masih mencatatakan penjualan sangat signifikan pada bulan Oktober,

Honda menjual 5.861 unit pada bulan Oktober, atau melonjak 69,7% dibandingkan bulan sebelumnya (3.453).

Namun, penjualan tersebut masih jauh  lebih rendah dibandingkan yang tercatat pada Oktober tahun 2020 yakni 7.732 unit.

Kenaikan penjualan juga dinikmati Nissan. Merk tersebut menjual 606 unit mobil pada Oktober, naik 17% dibandingkan bulan September (518)

Dibandingkan Oktober tahun lalu, penjualan Nissan juga naik signifikan karena periode yang sama tahun lalu hanya menjual 37 unit.

 Sementara itu, penjualan Mitsubishi meningkat 7,5% pada Oktober menjadi 13.109 dari 12.200 unit di bulan September.  Pada Oktober tahun 2020, Mitsubishi menjual 7.118 unit mobil.

Penurunan penjualan mobil ini melanjutkan tren perlambatan penjualan. Setelah melesat di Agustus, penjualan mobil di pasar domestik hanya naik tipis 0,95% pada bulan September kemudian turun di Oktober.

Secara keseluruhan, penjualan mobil pada periode Januari-Oktober 2021 mencapai 703.089 unit, naik 67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (420.976).

Penjualan tersebut juga sudah melampui total penjualan tahun 2020 yang tercatat 532.407.

Secara total, kelompok Astra menjual 385,574 unit pada Januari-Oktober 2021. Penjualan astra ditopang Toyota (230.413) dan Daihatsu (133.068).

 Penjulan Astra pada Januari-Oktober meningkat 76,4% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu (218.607).

Di luar Astra, penjualan terbesar dinikmati Mitsubishi. merk tersebut menjual mobil sebanyak 114.,502. Penjualan mereka juga melonjak drastis jika dibandingkan periode Januari-Oktober 2020 (61.298).

Honda menjual 74.162 unit pada Januari-Okotber 2021,  jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 57.420 unit.

Seperti diketahui, pertengahan September lalu, pemerintah akhirnya memperpanjang diskon Pajak PPnBM atas penjualan mobil sampai akhir tahun.

Pemerintah membuka kemungkinan untuk memperpanjang diskon PPnBM untuk pembelian mobil baru sampai tahun depan.

Perpanjangan diberikan dengan mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh dari insentif tersebut.

Peluang itu disampaikan Menteri Agus Gumiwang setelah menemani kunjungan Presiden Joko Widodo di  Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (17/11).

"Bapak Presiden (Joko Widodo) menyampaikan program PPnBM yang akan berakhir sampai tahun 2021 bisa saja dievaluasi oleh pemerintah (untuk dilanjutkan). Semuanya dievaluasi," tutur Gumiwang, kepada wartawan, di GIAAS, Rabu (17/11).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait