Penjualan Mobil 2021 Hampir 900 Ribu Unit, Ini 10 Merek Paling Laris

Penjualan mobil pada tahun 2021 mencapai 887.200 unit di mana sepertiganya dikuasai oleh Toyota.
Image title
11 Januari 2022, 17:44
penjualan mobil, otomotif, ppnbm
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah mobil modifikasi dipamerkan pada acara Automodified X IIMS Motorbike Show di Senayan Park, Jakarta Pusat, Minggu (28/11/2021).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan penjualan mobil pada tahun 2021 mencapai 887.200 unit. Angka tersebut melonjak 67% dibandingkan yang tercatat pada tahun 2020 (532.407 unit).

Penjualan mobil tertinggi pada tahun 2021 ada di bulan Desember. 

Penjualan grosir mobil per Desember 2021  mencapai 96.671 unit atau naik 68,1% secara tahunan dari realisasi Desember 2020 sebanyak 57.507 unit. Sementara itu, penjualan secara ritel naik 46,8% menjadi 101.479 unit.  

Sebagai informasi, secara historis, penjualan mobil biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Salah satunya dibantu oleh banyaknya pameran mobil yang berlangsung di ujung tahun.

Advertisement

 Sebaliknya, penjualan mobil terendah ada di bulan Februari 2021. Pada bulan tersebut, penjualan mobil hanya menyentuh 49.202 unit, turun 38% dibandingkan periode yang sama di Februari 2020 (79.644 unit).

Penjualan mobil mulai merangkak naik di bulan Maret saat pemerintah mulai memberikan fasilitas bebas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bagi pembelian kendaraan bermotor roda empat berkapasitas silinder mesin kurang dari 1.500 cc.

Juga, insentif potongan PPnBM dari 25% hingga 50% untuk kendaraan bermotor roda empat berkapasitas silinder mesin antara 1.501 cc sampai dengan 2.500 cc.

Pemberian fasilitas berakhir pada Desember tahun lalu.

 Berdasarkan data Gaikindo, Toyota masih merajai pasar mobil Tanah Air. Pada tahun 2021, Toyota menjual mobil sebanyak 295.766 unit.

Angka tersebut setara dengan 33% atau sepertiga lebih total penjualan mobil domestik tahun lalu.

Penjualan Toyota tahun lalu juga meningkat 82,3% dibandingkan pada tahun 2020 (162.203 unit).

Berdasarkan data Gaikindo, berikut 10 besar merek mobil dengan penjualan paling tinggi di Indonesia pada tahun 2021:
1. Toyota   
Penjualan mobil mencapai 295.766
2. Daihatsu
Penjualan mobil mencapai 164.908
3. Mitsubishi Motors
Penjualan mobil mencapai 107.605
4. Suzuki
Penjualan mobil mencapai 91.793
5. Honda
Penjualan mobil mencapai 91.122
6. Mitsubishi Fuso
Penjualan mobil mencapai 36.518
7. Isuzu
Penjualan mobil mencapai 26.636
8. Wuling
Penjualan mobil mencapai 25.564
9. Hino
Penjualan mobil mencapai 20.683
10.Mazda
Penjualan mobil mencapai 3.392

 Penjualan mobil Tahun 2022
Menyusul membaiknya penjualan mobil di tahun lalu, industri otomotif nasional menargetkan penjualan mobil pada tahun ini dapat mencapai 900 ribu unit dengan harapan penjualannya bisa menyentuh level 1 juta unit.

 Pelaku industri belum menargetkan penjualan sebanyak 1 juta unit pada 2022 dengan dasar daya beli masyarakat yang belum pulih 100%. 

"Tahun 2022 proyeksi Gaikindo adalah 900 ribu unit. Kami harapkan pertumbuhan ekonomi isa meningkat ke kisaran 5% dan kurs rupiah tetap stabil," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto kepada Katadata, Selasa (11/1). 

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan penjualan mobil, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan mobil dengan harga penjualan di bawah Rp 250 juta dan local purchase minimal sebesar 80% tidak dikenai PPnBM mulai tahun ini.

 Hal ini dikarenakan mobil dengan kapasitas di bawah 1.500 cc dengan harga penjualan yang berada di kisaran Rp 250 juta menguasai segmen pasar sekitar 60%.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut usulan tersebut masih memerlukan kajian.

"Untuk PPnBM mobil belum diputuskan, Presiden minta dikaji lagi terutama tentu dikaitkan dengan apakah permintaannya sudah meningkat cukup bagus, jadi kita akan lihat," kata Sri Mulyani kepada wartawan, Jumat (31/12).

 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait