Pasokan Terbatas, Harga Minyak Goreng Curah Masih Rp 20 Ribu

Pedagang minyak goreng sudah kesulitan untuk mendapatkan pasokan sejak seminggu terakhir.
Image title
7 Februari 2022, 14:10
Pedagang menata minyak goreng curah yang dijual di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (3/2/2022).
ANTARA FOTO/Basri Marzuki/YU
Pedagang menata minyak goreng curah yang dijual di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (3/2/2022).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mentargetkan harga minyak goreng (migor) sawit pada hari ini, Senin (7/1), telah sesuai dengan aturan harga eceran tertinggi (HET) baru. Namun, minimnya pasokan minyak goreng di pasar membuat target gagal tercapai. 

Berdasarkan pantauan Katadata, harga minyak goreng curah di Pasar Bendungan hilir masih di rentang Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu. Hal itu disebabkan oleh minimnya ketersediaan migor di agen penjualan migor.

Secara rinci, aturan HET Migor menetapkan HET untuk tiga jenis minyak goreng yakni migor curah senilai Rp 11.500 per liter, migor kemasan sederhana senilai RP 13.500 per liter, dan migor kemasan premium senilai Rp 14.000 per liter.

Beleid HET baru ini meningkatkan HET curah sejumlah Rp 500 dan menetapkan HET untuk kemasan sederhana dan kemasan premium. 

Advertisement

 Tanti (65) mengatakan pihaknya baru mendapatkan harga minyak goreng curah baru di agen migor kemarin, Minggu (6/2) atau sekitar Rp 200 ribu per jeriken ukuran 16 kilogram (Kg).

Namun demikian, volume yang bisa didapatkan Tanti jauh berkurang dari biasanya. 

"Hari ini tidak ada barang (migor curah) dari sana (agen penjual migor Tanah Abang). Biasanya ambil 10 jeriken (dengan) harga Rp 300 ribu, tapi yang 3-4 jeriken ini sudah Rp 200 ribu. Lebih sedikit (pasokannya)," kata Tanti kepada Katadata, Senin (7/2). 

Senada, Ali Mustofa (21) kini tidak memiliki stok minyak goreng curah di tokonya. Menurutnya, minyak goreng curah yang kini dijajakan di tokonya hanya dapat bertahan hingga 2-3  hari ke depan. 

Ali berujar harga minyak goreng curah di agen penjual migor telah turun.

Namun, pihaknya masih menjual minyak goreng curah di level Rp 20 ribu karena tidak mendapatkan pasokan minyak goreng dengan harga yang lebih rendah selama 1 minggu terakhir. 

Di tengah masih tingginya harga minyak goreng curah, Ali mencatat sebagian pedagang sudah menjual minyak goreng premium dengan harga Rp 17 ribu untuk harga terendah, sedangkan harga tertingginya di level Rp 21 ribu.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang di atas Rp 22.000/liter.

Akan tetapi, tidak semua toko di Pasar Benhil menjajakan minyak goreng kemasan. 

Diro (32) mengatakan pasokan minyak goreng ke tokonya telah terhenti selama beberapa minggu terkahir. Alhasil, Diro hanya menjual migor curah yang kini di jual senilai Rp 22 ribu per hari. 

"Barang baru ada (di agen penjual minyak goreng) tapi kami belum dapat. (Harga minyak goreng curah) ini harga 1 bulan yang lalu," kata Diro kepada Katadata

Berdasarkan infopangan.jakarta.go.id, harga minyak goreng curah pada hari ini masih di kisaran Rp 18.616/kg.

Harga tertinggi ada di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan yakni Rp 21.000/kg sementara termurah ada di Pasar Johar Baru di Jakarta Pusat yakni Rp 14.000/kg.

Harga lingkup nasional yang tercatat di Pusat Info Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) , harga minya goreng curah ada di angka Rp 17.850/kg, minyak goreng kemasan bermerk 1 (Rp 19.950/kg), dan minyak goreng kemasan bermerk 2 (Rp 18.750/kg).

 Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan  mengatakan pemerintah tidak melakukan komunikasi dengan asosiasi sejak awal 2022 terkait penyesuaian harga minyak goreng nasional.

Dengan demikian, lanjutnya, usaha penurunan harga migor oleh pemerintah dengan penerbitan HET baru belum dapat terwujud. 

Renaldi menyatakan HET minyak goreng curah saat ini masih dilego hingga Rp 19 ribu untuk daerah Jabodetabek.

Renaldi menilai salah satu sebab tingginya harga minyak goreng di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya adalah pasokan yang minim. 

Oleh karena itu, pemicu tingginya harga minyak goreng sawit saat ini buka berasal dari tingginya harga minyak sawit mentah (CPO).

Namun demikian, tingginya harga minyak goreng lebih condong didorong oleh minimnya pasokan di gudang-gudang pelaku pasar, khususnya pelaku pasar tradisional. 

 Di sisi lain, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sekahtera (PKS) DPR Mulyanto meminta agar pemerintah membentuk tim pengawasan DPR untuk mengawasi dan menindak oknum penyelewengan minyak goreng di pasar. 

Mulyanto minta Pemerintah untuk konsisten dan tegas dalam menerapkan kebijakan DMO CPO ini. Jangan sampai mencla-mencle dan terkesan takut kepada taipan minyak sawit.

"Hari ini masih banyak laporan masyarakat, bahwa minyak goreng curah sulit ditemui di pasaran. Untuk itu Pemerintah mengawasi rantai distribusi CPO dan minyak goreng ini untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan DMO tersebut," ucap Mulyanto. 

Seperti diketahui, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), pada Jumat (4/2) telah memanggil empat produsen minyak goreng  kemasan premium untuk mendapatkan informasi komprehensif terkait industri minyak goreng saat ini. 

Pemanggilan ini merupakan pendalaman dari sinyal perilaku kartel yang ditemukan sebelumnya.

Sinyal yang dimaksud adalah penaikan harga serentak oleh empat pelaku pasar yang mendominasi pangsa migor kemasan premium. 

 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait