AXA Life dan Financial Merger, OJK Pastikan Pemegang Polis Terlindungi

“Tidak ada perubahan terkait dengan manfaat, besaran premi atau ketentuan khusus untuk masing-masing produk asuransi milik PT AXA Life Indonesia."
Martha Ruth Thertina
5 Februari 2018, 13:25
OJK
Agung Samosir | Katadata

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha perusahaan asuransi PT AXA Life Indonesia. Hal itu imbas merger atau penggabungan perusahaan dengan PT AXA Financial Indonesia. Namun, OJK memastikan hak pemegang polis asuransi PT AXA Life tetap terlindungi.

OJK menjelaskan, kontrak asuransi antara AXA Life dengan pemegang polisnya dilimpahkan kepada AXA Financial. Pelimpahan terhitung sejak tanggal efektif merger yaitu 1 November 2017 lalu. Maka itu, kewajiban pertanggungan pun beralih ke AXA Financial.

“Tidak ada perubahan terkait dengan manfaat, besaran premi atau ketentuan khusus untuk masing-masing produk asuransi milik PT AXA Life Indonesia sebagai akibat dari penggabungan tersebut,” demikian tertulis dalam keterangan pers yang diterima Katadata, Senin (5/2),

Selain kontrak asuransi, seluruh kegiatan usaha, operasional, modal, aset, izin, dan karyawan AXA Life juga berpindah ke AXA Financial. Penjelasan senada disampaikan PT AXA Mandiri Financial Services selaku induk (holding) dari dua perusahaan tersebut.

Advertisement

“Kedua perusahaan akan beroperasi dengan nama PT AXA Financial Indonesia dengan seluruh aset AXA Life Indonesia dan juga liabilitasnya akan dialihkan kepada AXA Financial Indonesia,” demikian tertulis dalam keterangan persnya.

Adapun merger harus dilakukan lantaran pemegang saham pengendali di dua perusahaan asuransi jiwa tersebut sama yaitu National Mutual International Pte. Ltd. Maka itu, perusahaan harus mengikuti ketentuan kepemilikan tunggal atau single presence policy.

Ketentuan itu diatur pada Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Pasal tersebut menyatakan, setiap pihak hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu perusahaan asuransi jiwa, satu perusahaan asuransi umum, satu perusahaan reasuransi, satu perusahaan asuransi jiwa syariah, satu perusahaan asuransi umum syariah, dan satu perusahaan reasuransi syariah.

OJK mencatat, AXA Life dan AXA Financial mengajukan permohonan merger kepada OJK dan telah memperoleh persetujuan melalui surat nomor S-131/D.05/2017 tanggal 2 Oktober 2017. Penggabungan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 1 November 2017.

“Merger tidak berpengaruh terhadap proses bisnis dan pertanggungan asuransi pada kelompok usaha asuransi AXA Group di Indonesia, yang terdiri dari PT AXA Mandiri Financial Services, PT Mandiri AXA General Insurance dan PT Asuransi AXA Indonesia,” demikian tertulis.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia Budi Tampubolon mengatakan bahwa penggabungan entitas bisnis tersebut akan menciptakan peluang bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhannya dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

“Nasabah di Indonesia akan mendapatkan lebih banyak pilihan produk inovatif, termasuk produk asuransi tambahan yang lebih menarik, guna menjawab kebutuhan nasabah, ditambah dengan peningkatan layanan nasabah,” kata Budi seperti dikutip dalam keterangan pers yang dirilis November 2017 lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait