Berhemat, Bos Baru OJK Cabut Fasilitas Mewah dan Pangkas Jabatan

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menargetkan penghematan Rp100-200 miliar sampai akhir tahun.
Miftah Ardhian
21 Juli 2017, 11:04
Wimboh Santoso
Antara
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam bincang bersama media di Plaza Mandiri, Jumat (9/6). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ketua Dewan Komisioner baru Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso bakal merealisasikan janjinya untuk melakukan penghematan besar-besaran. Ia berencana mencabut fasilitas mewah hingga mengurangi jumlah jabatan di beberapa posisi.

Menurut dia, jajaran dewan komisioner telah berkomitmen untuk melakukan penghematan. Sebab, OJK membutuhkan anggaran besar untuk mengawasi sektor jasa keuangan yang semakin kompleks. Targetnya, pihaknya bisa menghemat sekitar Rp 100-200 miliar hingga akhir tahun ini. 

"Anggaran selama ini banyak digunakan untuk biaya internal ya. Strategi kami melakukan penghematan untuk dialihkan ke kewajiban, yaitu yang sifatnya pengawasan," ujar Wimboh saat Konferensi Pers, di Gedung Radius Prawiro Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (20/8) malam. (Baca juga: Usai Dilantik MA, Dewan Komisioner OJK Jalankan Dua Langkah Awal)

Rencananya, ia bakal mengurangi jajaran deputi komisioner yang ada saat ini. Ia juga tak menutup kemungkinan untuk mengurangi jabatan strategis lainnya. Selain untuk berhemat, perampingan organisasi bertujuan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Hal ini juga untuk merespons keluhan pelaku industri jasa keuangan.

Ia juga meminta agar seluruh pejabat serta pegawai OJK selektif dalam melakukan perjalanan dinas. Perjalanan dinas hanya akan dilakukan bila berkaitan dengan fungsi pengawasan OJK. (Baca juga: Bos Baru OJK Ingin Selamatkan AJB Bumiputera Secara 'Diam-Diam')

Selain itu, sejumlah fasilitas mewah yang biasa diterima pejabat dan pegawai juga bakal dicabut. Sebagai contoh, biaya perjalanan harus ditekan dengan pembelian tiket pesawat kelas ekonomi dan hotel yang tidak terlalu mewah. "Lalu, yang jelas mobil dinasnya nanti tidak merk Mercedez-Benz (Mercy) lah," ujar Wimboh.

Nantinya, agenda rapat juga akan diupayakan menggunakan fasilitas kantor, tidak lagi di hotel atau tempat lainnya yang mengeluarkan biaya besar. Menurut Wimboh, langkah efisiensi ini bukan hanya bertujuan untuk menghemat anggaran OJK, melainkan untuk membangun kultur baru untuk hidup sederhana dan efisien.

Video Pilihan

Artikel Terkait