Dituding Tak Transparan, DPR Desak Seleksi Anggota BPH Migas Diulang

?Ini terkait surat Presiden yang berisi dua nama yang kami anggap tidak melewati proses seleksi yang seharusnya.?
Miftah Ardhian
9 Juni 2016, 11:14
Gedung DPR
Donang Wahyu|KATADATA
Gedung DPR

Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan ada yang janggal dalam seleksi anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebab, seleksi dinilai kurang transparan dengan memasukkan dua nama calon yang tidak mengikuti seleksi.

Karena itu, anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani Hilman menyarankan agar seleksi anggota BPH Mini diulang dengan mekanisme yang lebih terbuka. “Seleksi harus diulang. Namun, nama yang sudah lolos seleksi boleh mengikuti seleksi yang baru,” kata Dewi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Energi Sudirman Said di DPR, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2016.

Adian Napitupulu, anggota komisi lainnya, menyampaikan pendapat resmi Fraksi PDI Perjuangan. “Perlu beberapa hal yang kami minta penjelasan. Ini terkait surat Presiden yang berisi dua nama yang kami anggap tidak melewati proses seleksi yang seharusnya,” ujar Adian. (Baca juga: Aturan Alokasi Gas Bisa Membuka Peluang Makelar Berburu Rente).

Secara keseluruhan, anggota Komisi Energi DPR pun sepakat dengan pandangan Adian dan Dewi. Mereka menyayangkan proses seleksi yang dianggap kurang terbuka. Mereka sepakat untuk meminta proses seleksi anggota BPH Migas diulang.

Komisi VII mendesak Menteri Energi untuk memperbaiki kembali proses pelaksanaan seleksi anggota BPH Migas dan segera menyampaikan nama-nama tambahan calon anggota BPH Migas pada Komisi VII DPR RI,” kata Ketua Komisi Fadel Muhammad.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Teguh Pamudji mengatakan, sebagai ketua panitia seleksi, sudah berupaya dengan maksimal melakukan seleksi dengan terbuka melalui mekanisme yang telah ditetapkan. “Kami buka pendaftaran online di running text media televisi dan di media cetak,” ujar Teguh.

Sebagai informasi, panitia seleksi calon anggota BPH Migas terdiri dari berbagai kalangan di lingkungan Kementerian Energi dan kementerian terkait lainnya. Mereka adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Teguh Pamudji, Inspektur Jenderal Kementerian Energi Mochtar Husein, dan Direktur Jenderal Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja.

Lalu ada Deputi Kelembagaan dan Tatalaksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini serta Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Pertamina Dwi Wahyu Daryoto. (Baca juga: BPH Migas Minta Komoditas Migas Dikecualikan di Kawasan Berikat).

Panitia seleksi ini membuka pendaftaran dengan mengumumkan di berbagai media cetak dan media televisi. Sebanyak 73 orang melakukan pendaftaran secara online. Kemudian, setelah melalui seleksi administrasi, panitia seleksi memilih 23 orang yang dianggap pantas lolos ke tahap selanjutnya. 

Dari 23 orang tersebut, panitia seleksi melakukan sesi wawancara. Setelah melalui tahap tersebut, akhirnya terpilihlah delapan orang yang dinyatakan lulus seleksi assessment. Delapan orang inilah yang masuk tahap akhir proses seleksi ditambah dengan dua orang pilihan Menteri Energi. (Lihat pula: BPH Migas Berharap Jadi Badan Penyangga Gas Nasional).

Peserta yang lulus seleksi wawancara yaitu Agus Budi Wahyono, Ahmad Rizal, Catur Sulasdiarso, Jugi Prajogio, Sabar Ginting, Samsi Yarno Samoeri, Sutopo, dan Umi Asngadah. Sedangkan, calon anggota BPH Migas usulan Menteri Energi adalah Yun Yunus Kusumahbrata dan Djoko Siswanto.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait