Jokowi Akan Bentuk Badan Ekonomi Kreatif

Presiden Joko Widodo akan membentuk Badan Ekonomi Kreatif yang langsung berada di bawah presiden Menurut dia industri kreatif memiliki potensi yang besar namun belum digarap secara seriusPembentukan badan ini juga merupakan as
Nur Farida Ahniar
7 November 2014, 13:47
Katadata
KATADATA
Joko Widodo meresmikan acara "Tribute to Batik" di Pasaraya Blok M, Jakarta, 2 Oktober 2014.

KATADATA ?  Presiden Joko Widodo akan membentuk Badan Ekonomi Kreatif yang langsung berada di bawah presiden. Menurut dia industri kreatif memiliki potensi yang besar, namun belum digarap secara serius.

Pembentukan badan ini juga merupakan asprirasi dari pelaku industri kreatif. "Pelaku industri kreatif maunya seperti itu," kata Jokowi di sela Kompas100 CEO Forum di Jakarta, Jumat (7/11).

Jokowi mencontohkan industri kreatif di Korea Selatan seperti K-Pop itu disiapkan selama 13 tahun. "Produk itu tidak muncul secara mendadak, tetapi direncanakan betul," ujarnya.

Dia ingin semua pihak bekerjasama membangun industri kreatif. Kementerian diminta tidak melakukan promosi sendiri-sendiri, namun ditampung dalam satu wadah dalam promosi industri kreatif. Jokowi juga menginginkan perbankan menfasilitasi pelaku industri kreatif. Menurutnya para pelaku industri kreatif tak tersentuh bank karena tidak memiliki agunan dan jaminan. 
"Contohnya Kaskus, mengapa tidak ada bank yang mendukung. Jika diberikan kesempatan tidak kalah dengan Mark Zuckerberg (pendiri Facebook)," ujarnya.

Advertisement

Peningkatan industri kreatif merupakan salah satu dari program kesejahteraan Jokowi-JK dalam kampanye. Upaya mendorong, memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital merupakan upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini termasuk dalam upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran dan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. (Baca: Ini Sembilan Program Nyata Jokowi-JK)

Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengatakan dirinya butuh dukungan politik agar semua yang terkait dengan anggaran tidak dipersulit. Selain itu, dia ingin investor tak ragu berinvestasi di Indonesia. Pasalnya kondisi politik bisa berubah setiap saat.
"SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) awalnya juga tidak menguasai parlemen. Tetapi dalam waktu enam bulan menguasai parlemen. Saya kasih waktu dong," kata Jokowi.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait