DBS Umumkan Kaidah Bekerja Baru untuk Menyambut Masa Depan

DBS memberi keleluasaan bekerja dari jarak jauh hingga 40 persen dari waktu kerja. Selain itu juga melakukan percepatan peningkatan kemampuan dengan memberikan pelatihan kepada 7.200 karyawan
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
8 Desember 2020, 09:15
DBS Indonesia
Katadata

Jakarta - Menjawab tantangan aneka disrupsi dan perubahan yang disebabkan oleh Covid-19, DBS beberapa waktu lalu mengumumkan akan menerapkan rangkaian prakarsa perubahan dalam rangka mewujudkan kaidah bekerja baru di masa depan.

Rangkaian prakarsa ini merupakan hasil dari penelitian, eksperimen, dan jajak pendapat yang dilakukan terhadap karyawan oleh tim internal Future of Work (FOW) lintas fungsi regional, sejak enam bulan lalu. Prakarsa tersebut meliputi di antaranya:

  • Pola kerja hybrid

Tim FOW menemukan bahwa empat dari lima karyawan DBS dapat bekerja jarak jauh dengan produktif. Namun, meskipun produktivitas tetap terjaga saat bekerja jarak jauh, tantangan muncul dalam membangun hubungan dan bersinergi dengan rekan kerja lain. Berangkat dari hasil ini maka akan dijajaki pengimplementasian pola kerja hybrid sebagai kombinasi dari bekerja di kantor dan bekerja jarak jauh. Karyawan akan diberi keleluasaan untuk bekerja jarak jauh hingga maksimum 40 persen dari total waktu kerjanya.

  • Pengaturan kerja fleksibel

Berdasarkan pengalaman Bank DBS Indonesia dalam menjalankan operasional melalui split team selama pandemi dalam beberapa bulan terakhir, Bank DBS Indonesia sedang menjajaki kemungkinan mengimplementasikan lebih banyak alternatif pengaturan skema kerja yang nantinya dapat menjawab tantangan aneka disrupsi dan perubahan yang disebabkan oleh kondisi pandemi ini.

  • Bekerja secara cekatan melalui struktur squad

DBS akan mempercepat transisi menuju bentuk organisasi yang tidak berdasarkan atas pengelompokan departemen, melainkan berdasarkan tim-tim kecil yang disebut squad. Dlam pengorganisasiannya, squad akan terdiri dari berbagai fungsi dan keahlian yang berbeda. Hal ini dilakukan sebagai upaya DBS untuk terus mengutamakan layanan yang prima kepada nasabah dan berfokus kepada customer journey, untuk terus menemukan inovasi baru dalam melayani nasabah, dan memberikan nilai tambah yang melampaui lingkup perbankan biasa.

DBS akan terus memperluas squad yang telah terbentuk di beberapa fungsi, terutama di bidang teknologi ke bagian-bagian lain dalam skala yang lebih besar lagi.

  • Membekali karyawan dengan keahlian masa depan 

Bank DBS Indonesia harus terus mengupayakan upskill (peningkatan kemampuan) dan reskill (pelatihan untuk kemampuan baru) bagi setiap karyawannya. Hal ini dilakukan seiring terus berkembangnya keterampilan yang diperlukan dalam perbankan, dan jenis-jenis pekerjaan baru yang muncul.

Karyawan diharapkan memiliki pola pikir growth mindset sehingga terus mengembangkan dan memperlengkapi diri mengikuti disrupsi yang terjadi. Karyawan akan menjalani pelatihan pada bidang-bidang yang kini sedang bertumbuh seperti design thinking, data dan analisa, artificial intelligence, machine learning, dan prinsip-prinsip agile. Lebih dari 7.200 karyawan di seluruh jaringan kantor yang terkait dengan Bank DBS akan menjalani program upskill dan reskill ini.

  • Merancang ulang area kerja

Lebih dari 80 persen karyawan DBS menyatakan menyukai ruang kerja yang terbuka. Ruang kerja yang terbuka membantu memfasilitasi terjadinya diskusi informal dan inovasi bersama, yang sulit dilakukan dari jarak jauh. Berdasarkan pengalaman dalam mengembangkan “JoySpaces”, atau ruang kerja berbasis kegiatan (activity-based workspaces) maka sejak 2016, DBS akan terus merancang ulang ruang kerjanya untuk memungkinkan terciptanya kolaborasi dan inovasi yang lebih baik antar karyawan.

CEO DBS Bank Limited, Piyush Gupta mengatakan seiring dengan cara hidup, bekerja, dan aktivitas perbankan yang akan terus berubah secara dramatis, kami harus siap menghadapi disrupsi yang ada di depan mata. “Kami siap untuk mengubah cara bekerja secara radikal dan komprehensif, di antaranya melalui penerapan pola kerja hybrid, pengaturan kerja fleksibel, dan pembentukan squad sembari menciptakan ruang kerja yang akan membantu meningkatkan kolaborasi dan inovasi,” katanya.

Bank DBS juga akan mempercepat upskilling karyawan secara luas, dan menanamkan pola pikir data-driven operating models di seluruh bank. “Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kami yakin bahwa Tim DBS akan tampil sebagai tenaga kerja mumpuni dan memimpin di masa depan,” ujar Piyush Gupta.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait