Jelang 1 November, Baru Empat Jalan Tol Layani 100% Transaksi Nontunai

Bank Indonesia membuka kemungkinan adanya layanan pengisian ulang saldo atau top up uang elektronik dilakukan di gerbang tol.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
23 Oktober 2017, 16:58
jalan tol jakarta
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan antre membayar tol di gerbang Tol Cibubur, Jagorawi, Jakarta, Jumat (5/5). Pemerintah berencana menerapkan pembayaran nontunai pada seluruh gerbang tol di Indonesia terhitung mulai Oktober 2017.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Bank Indonesia (BI) menyatakan, saat ini empat gerbang tol telah sepenuhnya menerapkan pembayaran secara nontunai. Keempat gerbang tersebut adalah Bali Mandara, Surabaya - Gresik, Bogor Ringroad, serta tol Jakarta Outer Ringroad W1.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, elektronifikasi tersebut merupakan bagian dari target pemerintah dan BI untuk mengejar penetrasi pembayaran nontunai 100% mulai awal November mendatang.

Herry menyebut hingga tanggal 20 Oktober lalu, penetrasi pembayaran nontunai untuk seluruh gerbang tol mencapai 88%. "Sedangkan untuk Jabodetabek penetrasinya 69%," katanya saat konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (23/10).

Herry mengatakan, BI serta perbankan akan ikut mengawal terus pelaksanaan elektronifikasi pembayaran hingga akhir bulan ini. Di antara persiapan yang dilakukan adalah penggantian mesin tap untuk menghindari tidak berfungsi saat pembayaran 100% nontunai berlaku secara penuh.

"Salah satu contohnya adalah mesin dj Gerbang Tol Cileunyi kami ganti," ujar Herry merujuk salah satu alat yang menjadi pangkal penumpukan kendaraan di gerbang tol.

Sedangkan Deputi Gubernur BI Sugeng membuka kemungkinan adanya layanan pengisian ulang saldo atau top up dapat dilakukan di gerbang tol. Namun jalur yang dapat digunakan untuk top up harus berada di sebelah kiri. "Jadi tidak akan menghambat kendaraan lain," katanya.

Hanya, Herry juga mengingatkan agar pengguna jalan tol tetap mengutamakan top up kartu uang elektronik di merchant, rest area ataupun melalui mobile banking. Ini agar antrian tidak kembali menumpuk karena para pengguna malah memilih mengisi ulang di gerbang tol.

"Ke depannya mungkin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga bisa mengisi," ujarnya.

Sedangkan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani menjelaskan penetrasi pembayaran non tunai di tol yang dikelola Jasa Marga telah mencapai 89%. Dirinya juga meminta masyarakat yang masih belum menggunakan non tunai maka harus segera berpindah secepatnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait