Luhut Ungkap Kedekatan Jokowi dan Trump: Seperti Brother

Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab akan menanamkan modal ke Indonesia begitu pandemi Covid-19 berakhir.
Image title
16 Mei 2020, 05:23
Yuri Gripas/ Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara saat pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Ruang Oval Gedung Putih dua hari setelah negosiasi dagang di Washington, Amerikat Serikat, 11 Oktober 2019.
ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas/File Ph
Yuri Gripas/ Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara saat pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Ruang Oval Gedung Putih dua hari setelah negosiasi dagang di Washington, Amerikat Serikat, 11 Oktober 2019.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Indonesia telah menyepakati kerja sama investasi dengan Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait berbagai hal, termasuk investasi ini.

Komunikasi antara kedua Kepala Negara, menurutnya dilakukan setiap bulan, bahkan tiap pekan. "Presiden Jokowi dengan Presiden Trump ini mereka sudah seperti brother saja," kata Luhut dalam wawancara bersama RRI, Jumat, 15 Mei 2020.

Bagaimanapun, menurut Luhut, kedekatan Jokowi tidak hanya dengan Trump. Melainkan juga dengan kepala pemerintahan lain, seperti Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Advertisement

(Baca: Hubungan AS dan Tiongkok Memanas, Rupiah Tertekan 0,13%)

Terkait investasi antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab, Luhut menyatakan ketiga negara akan mengadakan pertemuan secara virtual pada 17 Mei mendatang. Dalam rapat tersebut, masing-masing perwakilan pemerintah rencananya bakal mematangkan format kerja sama yang telah dirundingkan sebelumnya.

Di samping itu, Luhut mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah mengawali kerja sama coal to methanol (CTM) dengan PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Ithaca Resources dengan Air Products and Chemicals, Inc. Nilai investasi kerja sama tersebut mencapai US$ 2 miliar dan bisa meningkat menjadi US$ 7 miliar selama lima tahun.

Luhut berharap rencana investasi Amerika Serikat dan UEA selanjutnya akan segera terealisasi melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) pasca-pandemi corona berakhir. "Pandemi selesai, mereka akan taruh duit. Tinggal mereka akan investasi apa. Misalnya infrastruktur Tol Sumatera," tutur Luhut.

Sebelumnya, Trump memang pernah mengungangkan pembicaraan telepon dengan Jokowi. Hanya, saat itu keduanya tidak membahas masalah investasi.

(Baca: Nouriel Roubini Ramal 10 Kondisi Suram Greater Depression Pasca-Corona)

Trump menyatakan bahwa dalam perbincangan pada akhir April lalu itu, Jokowi meminta bantuan berupa ventilator untuk penanganan pasien Covid-19. Hal itu diungkapkan Trump dalam cuitannnya di akun twitter pribadinya @realDonaldTrump.

"Saya baru saja berbicara dengan seorang teman, Presiden Indonesia Joko Widodo. Ia meminta ventilator dan tentu akan kami berikan. Kerja sama hebat antara kami," cuitnya pada Jumat (24/4) malam waktu Indonesia.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait