Termasuk Yogyakarta, 11 Provinsi Tanpa Tambahan Kasus Baru Covid-19

Sementara di beberapa provinsi lain, penularan virus corona tetap tinggi.
Pingit Aria
2 Juni 2020, 16:29
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan larutan disinfektan di Jalan Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/6/2020). Penyemprotan di sejumlah kawasan itu guna terus menekan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Surabaya.
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan larutan disinfektan di Jalan Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/6/2020). Penyemprotan di sejumlah kawasan itu guna terus menekan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Surabaya.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat ada 11 provinsi yang bebas dari penambahan kasus Covid-19 pada 2 Juni 2020. Sebaliknya, di beberapa provinsi lain, pertumbuhan kasus baru tetap tinggi.

"Hari ini 11 provinsi yang tidak ada laporan positif," kata kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi dari Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (2/6).

Ke-11 provinsi itu adalah: Aceh, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Riau, Maluku, Sulawesi Barat, dan Gorontalo. Sedangkan pada Senin (1/6) kemarin, ada 15 provinsi yang tak mencatatkan penambahan kasus baru Covid-19.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.541 orang, Jawa Timur 5.135, Jawa Barat 2.314, Sulawesi Selatan 1.630, Jawa Tengah 1.432 dan wilayah lain sehingga totalnya 27.549.

Advertisement

(Baca: Ahli Imunologi: Herd Immunity Akan Gagal Tanpa Vaksin)

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.399 disusul Jawa Timur sebanyak 699, Sulawesi Selatan 625, Jawa Barat 648, Bali 334 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 7.935 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif Covid -19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 487 kasus, Banten 883 kasus, Bangka Belitung 50 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 237 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 196 kasus, Kalimantan Timur 298 kasus, Kalimantan Tengah 428 kasus, Kalimantan Selatan 969 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 209 kasus, Nusa Tenggara Barat 670 kasus, Sumatera Selatan 1019 kasus, Sumatera Barat 574 kasus, Sulawesi Utara 354 kasus, Sumatera Utara 418 kasus, dan Sulawesi Tenggara 244 kasus.

(Baca: Imbas PSBB, Jumlah Penumpang Pesawat April 2020 Turun 81,7% )

Adapun di Sulawesi Tengah 128 kasus, Lampung 136 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 174 kasus, Maluku 223 kasus, Papua Barat 172 kasus, Papua 819 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, dan Gorontalo 108 kasus.

Hari ini, Selasa (2/6), penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 608, sehingga totalnya menjadi 27.549 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 7.935 setelah ada penambahan sebanyak 298 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 22 orang sehingga totalnya menjadi 1.663.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 342.464 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 95 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 60 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 180 lab. Secara keseluruhan, 237.947 orang telah diperiksa dan hasilnya 27.549 positif (kulumatif) dan 210.398 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 48.023 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.213 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 417 kabupaten/kota di Tanah Air.

(Baca: New Normal, Orang Batuk Flu Dilarang Masuk ke Mal hingga Restoran)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait