PSBB Transisi Diperpanjang, Pasien Corona di Jakarta Tambah 906 Orang

DKI Jakarta juga menyumbang jumlah kesembuhan terbanyak yakni 1.162 kasus dalam sehari.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
26 Oktober 2020, 17:08
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Semanggi, Jakarta, Senin (26/10/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan pembatasan kendaraan berbasis nomor plat ganjil genap hingga 8 November 2020 seiring dengan perpa
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Semanggi, Jakarta, Senin (26/10/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan pembatasan kendaraan berbasis nomor plat ganjil genap hingga 8 November 2020 seiring dengan perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKIÊJakarta.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 3.222 orang pada hari ini, Senin (26/10). Angka tersebut menurun selaras jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 24.413 pada akhir pekan, dari yang biasanya mencapai lebih dari 30 ribu spesimen.

Hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 mencapai 392.934 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 317.672 orang dinyatakan sembuh dan 13.411 orang meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan hingga pukul 12.00 WIB.

Pasien sembuh bertambah 3.908 orang hari ini, sedangkan pasien yang dinyatakan meninggal 112 orang. Sementara, kasus suspek per hari ini menjadi 170.163 orang.

DKI Jakarta yang hari ini kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Transisi hari ini masih menyumbang jumlah kasus positif terbanyak, yakni 906 kasus. Bagaimanapun, Jakarta juga mencatatkan jumlah kesembuhan pasien paling banyak, yakni 1.162 pasien. Sedangkan 13 pasien lainnya meninggal dunia.

Dengan terus terjadinya penularan Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah Gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Langkah itu lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif. "Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, beberapa waktu lalu.

Wiku menunjukkan bahwa beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Selain itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro turut mengingatkan peristiwa libur panjang Agustus lalu sebagai pelajaran agar tidak terulang di momen liburan kali ini.

“Karena bila lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, akan terjadi lonjakan kasus hingga ribuan sehingga menyebabkan tim medis kewalahan,” ujarnya seperti ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2020).

Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait