La Nina Picu Banjir dan Longsor di Cilacap, Kebumen hingga Solok

BMKG memperkirakan curah hujan pada akhir 2020 hingga awal 2021 berpotensi meningkat hingga 40% karena La Nina.
Pingit Aria
31 Oktober 2020, 14:36
Warga menggunakan rakit darurat untuk melakukan evakuasi dari rumah yang terendam banjir di Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020). Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Jateng akibat dampak dari fenomena La Nina, selama dua
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.
Warga menggunakan rakit darurat untuk melakukan evakuasi dari rumah yang terendam banjir di Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020). Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Jateng akibat dampak dari fenomena La Nina, selama dua hari terakhir, menyebabkan banjir dan longsor pada sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen, Cilacap, dan Banyumas.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem akibat la nina. Pada awal musim hujan ini, sejumlah daerah seperti Cilacap, Lebak, Kebumen hingga Solok dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.

Di Cilacap, Jawa Tengah, 7.949 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 355 rumah rusak sehingga warga harus mengungsi.

Selain itu, bencana banjir dan tanah longsor di wilayah administrasi Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, telah memaksa sebanyak 2.107 warga mengungsi, sebagaimana menurut perkembangan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Jumat (30/10) pukul 13.40 WIB.

Adapun bencana yang terjadi sejak Senin (26/10) tercatat telah berdampak pada 13 kecamatan di Kabupaten Kebumen. Adapun rinciannya adalah Kecamatan Prembun, Kecamatan Alian, Kecamatan Kebumen, Kecamaatan Karanganyar, Kecamatan Kemit, Kecamatan Puring dan Kecamatan Sempor.

Kemudian Kecamatan Padureso, Kecamatan Pejagoan, Kecamatan Sruweng, Kecamatan Karangsambung, Kecamatan Karanggayam dan Kecamatan Rowokele.

Hingga sejauh ini, bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian materil meliputi 5 unit rumah rusak berat, 10 unit rumah rusak sedang, 52 unit rumah rusak ringan, 2 sarana pendididikan, 36 titik jalan, 3 unit jembatan, 3 unit tanggul terdampak.

Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya pergerakan atau patahan tanah yang berakibat terjadinya longsor di Kampung Tegalumbu, RT 02 RW 01, Desa Wana Sari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (30/10). Selain hujan, terjadinya longsor juga dipengaruhi oleh kondisi tanah yang labil.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, peristiwa tersebut terjadi dan berdampak pada bangunan sekolah, yakni SMA N 3 Cibeber, dengan kerusakan dua ruang kelas berukuran 8x9 meter, satu ruang perpustakaan berukuran 8x9 meter dan satu bangunan musala.

Sejauh ini, BPBD Kabupaten Lebak telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten, pihak kecamatan, pihak sekolah dan masyarakat setempat guna melakukan pemantauan serta pendataan dilokasi kejadian.

Di luar Jawa, banjir bandang melanda beberapa titik di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (30/10). Kejadian ini mengakibatkan puluhan rumah rusak dan terendam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan menginformasikan wilayah terdampak di tiga nagari atau desa yakni Sako Utara Pasia Talang, Jorong Laweh Barat dan Jorong Laweh Timur. Banjir bandang merusak 20 unit rumah dengan tingkat berbeda. Petugas BPBD setempat masih melakukan pendataan tingkat kerusakan rumah. Di samping itu, genangan tampak merendam 10 unit rumah, 1 polindes dan 1 masjid.

BPBD Kabupaten Solok Selatan mencatat tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, meskipun terjadi pengungsian sementara. Sebanyak 10 jiwa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Pantauan BPBD setempat menyebutkan, banjir telah surut pada Jumat (30/10) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah kejadian, BPBD segera melakukan upaya penanganan darurat, seperti kaji cepat dan pembersihan material yang terbawa banjir bandang. BPBD dibantu KSB, dinas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat bergotong royong memulihkan kondisi lingkungan.

Berikut adalah Databoks mengenai musibah banjir yang terjadi di Indonesia:

BMKG memperkirakan curah hujan tinggi di beberapa wilayah akan terjadi hingga  Sabtu (31/10) hari ini.  Selain itu, BMKG sebelumnya juga telah menyebutkan bahwa tingginya intensitas hujan pada musim penghujan di penguhujung tahun 2020 dipengaruhi oleh fenomena La Nina, yang mana tingkat curah hujan dapat bertambah hingga 40 persen dari kondisi normal.

Oleh sebab itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencna (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana terkait dampak dari fenomena La Nina, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung dan angin kencang.

Di antara daerah-daerah yang terpantau mengalami hujan deras dalah Jawa Tengah, Banten, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait