Jokowi Minta Startup Digital Gandeng Bisnis Tradisional

Beberapa kendala pemasaran yang dihadapi UMKM adalah kemasan yang kurang menarik dan akses yang terbatas.
Desy Setyowati
7 Desember 2018, 12:05
Jokowi fintech
ANTARAFOTO | ICom | Afriadi Hikmal
Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara Bali Fintech Agenda dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF- Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Perkembangan startup digital di Indonesia tergolong cepat dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Sejalan dengan hal itu, Presiden Joko Widodo meminta agar startup digital menggandeng bisnis tradisional, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Harapannya, UMKM yang terintegrasi dengan startup digital bisa meningkatkan skala bisnisnya. "Jangan hanya bertumpu pada (bisnis) online saja. Yang offline ini harus dicari solusi dan jalan keluarnya," kata Jokowi saat membuka Digital Start Up Connect 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (7/12).

Berdasarkan pengamatannya, UMKM di Tanah Air memiliki kualitas produk yang tak kalah dengan bisnis yang sudah berkembang. Hanya, kemasannya belum menarik. Jangkauan pasarnya juga terbatas, karena menjajakan produk hanya di depan rumah. Selain itu, UMKM tidak memiliki strategi pemasaran.

Oleh karenanya, UMKM atau bisnis tradisional tidak bisa serta merta berjualan secara online. "Ada persoalan teknis dan non teknis yang harus diselesaikan (lebih dulu)," kata dia. "Ini pekerjaan saudara (para startup digital). Berkolaborasi dengan yang offline. Saudara akan dapat pahala besar karena selain untungnya besar, juga meningkatkan taraf hidup rumah tangga masyarakat."

Advertisement

Dalam hal ini, startup digital bisa membantu UMKM mengemas produk supaya menarik. Startup digital juga bisa memperluas pasar UMKM lewat platform e-commerce. Bahkan, startup digital bisa membantu UMKM menjaga kualitas produk dan menetapkan standardisasi.

Dengan demikian, UMKM diharapkan bisa meningkatkan taraf hidupnya. "Saya mau, usaha mikro itu bisa merambah pasar global," ujar dia. "Kalau (bisnis) online dan offline bergabung, saya kira mudah untuk meloncatkan ekonomi Indonesia (termasuk UMKM)."

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Plug and Play Indonesia Wesley Harjono mengatakan, bahwa banyak startup yang sudah atau berencana berkolaborasi dengan UMKM. "Kami pun berkeinginan membangun ekosistem untuk UMKM melalui pendanaan, pembinaan, dan platform untuk memfasilitasi mereka berkolaborasi," kata dia.

Adapun startup yang menggandeng UMKM misalnya, Warung Pintar. Startup ini menyediakan fasilitas dan persediaan untuk warung tradisional. Selain itu, ada MOKA yang menyediakan layanan sistem kasir (point of sale/POS) yang mempermudah UMKM mencatat transaksi.

Bahkan, startup yang sudah besar seperti Go-Jek dan Grab juga merangkul UMKM melalui Go-Food ataupun GrabFood. E-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Lazada juga mengaku sudah merangkul banyak UMKM.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait