Jack Ma Akan Bangun Kampus Startup di Indonesia

Agar Indonesia siap menjadi e-economy pada 2030, dibutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
15 Oktober 2018, 14:28
Pendiri Alibaba, Jack Ma
Kemenperin
Pendiri Alibaba, Jack Ma (kiri) saat bertemu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Bali, Sabtu (13/10).

Bos Alibaba, Jack Ma bakal membuka institut untuk para pengusaha di bidang teknologi di Tanah Air.  Pada tahap awal, kampus yang dinamai Jack Ma Institute of Entrepreneur ini akan memberikan pelatihan bagi 1.000 pengusaha di bidang teknologi di Indonesia.

"Kami akan memberi banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk belajar," kata Jack Ma dalam pernyataan resminya, Minggu (14/10). 

Institut ini nantinya akan memberikan beberapa pelatihan, seperti teknologi keuangan (termasuk blockchain), dan infrastruktur internet. “Seluruh bisnis di Indonesia bisa dituangkan menjadi e-cloude-commerce, dan e-payment,” ujarnya.

Kurikulum di kampus ini dirancang untuk selesai dalam setahun bagi tiap angkatan, baik untuk para pendiri startup, pengembang dan teknisi. “Tentunya mereka sudah punya model sendiri dan diharapkan menjadi prototype untuk menciptakan SDM kita lebih berkualitas,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai bertemu Jack Ma, akhir pekan lalu.

(Baca juga: Alibaba Akan Jual Indomie hingga Kopi Kapal Api di Tiongkok)

Ia menjelaskan, pendirian kampus ini merupakan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Jack Ma berkunjung ke Istana Bogor pada awal September lalu. Sebab, pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi digital merupakan salah satu fokus kerja pemerintah. 

“Pada tahun 2030, agar Indonesia siap menjadi e-economy, dibutuhkan sebanyak 17 juta human talents yang melek teknologi,” katanya.

Selain Airlangga, yang turut menemui Jack Ma adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait