Incar Lebih Banyak Pengguna Pria, Shopee Luncurkan Shopee For Men

Desy Setyowati
1 Agustus 2018, 16:49
Shopee
ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Chief Executive Officer Shopee Chris Fang (tengah kiri), Head Of Operations Shopee Handhika Jahja (tengah kanan), Vice President Consumer Deposit Bank Mandiri Anki Tienannsari (kanan) dan aktor Gading Marten (kiri) meresmikan promosi aplikasi mobile belanja \"Shopee\" di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (26/9).

Shopee selama ini dikenal sebagai platform e-commerce yang memperjualbelikan aneka kebutuhan wanita. Bahkan, hingga tahun lalu, sekitar 80% pengguna Shopee adalah kaum wanita. Namun, Shopee terus berupaya memperluas cakupan pasarnya dengan menyasar pengguna pria melalui fitur Shopee For Men.

Melalui kanal tersebut, Shopee menggandeng 400 merek untuk menyediakan segala kebutuhan konsumen laki-laki. Sebab, riset perusahaan teknologi Snapchart menunjukkan, 35% laki-laki di Indonesia berbelanja online melalui e-commerce pada tahun ini. Di Shopee pun, porsi pengguna pria saat ini telah tumbuh antara 35-40%.

"Kami mau mengimbangi tren itu sehingga komunitas kami berkembang. Maka, kami jadi platform yang netral," ujar Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar saat konferensi pers di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (1/8).

Produk yang paling banyak dibeli oleh konsumen laki-laki adalah pulsa, paket data, hingga voucher game. Mereka juga melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran tagihan. "Sekitar 90-95% yang membeli produk ini adalah laki-laki," kata dia.

(Baca juga: Shopee Targetkan Transaksi Regional Rp 117,3 Triliun Tahun Ini)

Selain itu, Shopee mengkaji lagi bahwa kategori produk yang banyak dibeli oleh pelanggan laki-laki adalah ponsel dan aksesori; pakaian pria; perlengkapan rumah tangga; dan produk elektronik.

Secara nilai, rata-rata konsumen laki-laki membeli produk yang harganya lebih mahal dibanding perempuan. "Nilainya dua kali lipat dari yang dibeli perempuan," ujarnya.

Laki-laki juga menggunakan sedikit waktu untuk membuka platform Shopee. Sebab, mereka biasanya sudah tahu produk yang ingin dibelinya tanpa harus mempertimbangkan diskon atau ulasan produk.

Shopee menargetkan total transaksi (gross merchandise value/GMV) secara regional sebesar US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 117,3 triliun tahun ini. Target tersebut naik dua kali lipat dibanding realisasi tahun lalu yang senilai US$ 4,1 miliar atau sekitar Rp 59 triliun.

(Baca juga: Merugi tapi Valuasinya Naik, Fenomena Bisnis Digital Indonesia)

Pemain sepak bola Bambang Pamungkas pun mengapresiasi adanya fitur baru tersebut. "Saya hobi memasak dan mendengarkan musik. Saya bisa beli produk di Shopee lebih mudah dan tidak buang-buang waktu," ujarnya.

Senior Brand Manager Men Face Care Nivea Michael Suwito menyampaikan, perkembangan e-commerce mendorong peningkatan penjualan perawatan kulit untuk laki-laki. "Shopee adalah strategic partner kami secara regional. Seluruh penjualan ini berkembang bersamaan, antara (kebutuhan) penampilan oleh pria dan e-commerce," kata dia.

Advertisement
Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait