Kominfo Beri Facebook 7 Hari untuk Lengkapi Laporan Kebocoran Data

Selain Cambridge Analytica, ada dua firma lain yang terindikasi mendapat bocoran data pengguna Facebook, yakni CubeYou dan Aggregate IQ.
Pingit Aria
20 April 2018, 12:59
Ilustrasi Facebook
Katadata

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menyurati Facebook terkait kebocoran data 1 juta pengguna Indonesia. Dalam surat yang dikirim Kamis (19/4) itu, Kominfo meminta Facebook menyampaikan beberapa penjelasan tambahan dalam waktu 7 hari.

Yang pertama, Facebook diminta menjelaskan informasi penyalahgunaan data pengguna yang meluas ke firma analisis lain selain Cambridge Analytica. Dua firma lain yang oleh Kominfo disebut telah mendapat bocoran data pengguna Facebook adalah CubeYou dan Aggregate IQ.

(Baca juga: Kebocoran Data Pengguna Facebook Diduga Lebih dari 87 Juta)

Selain itu, pemerintah juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan teknis untuk membatasi akses data di Facebook kepada pihak ketiga. Komitmen ini sebagaimana informasi yang telah dimuat dalam surat dari Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia tanggal 5 April 2018.

Advertisement

Lebih lanjut, Facebook juga diminta untuk memberikan data jadwal dan/atau hasil audit atas kasus penyalahgunaan data penggunanya. Selain itu, Kominfo juga meminta Facebook menyerahkan data pengguna Indonesia yang terkena dampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

(Baca juga: Susul Facebook, Instagram Bakal Izinkan Pengguna Mengunduh Data Mereka)

“Kominfo meminta Facebook memenuhi permintaan tersebut selambat-lambatnya dalam 7 (tujuh) hari kalender sejak surat dikirimkan,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Abrijani Pangerapan, Jumat (20/4).

Sebelumnya, Kominfo telah mengirimkan Surat Peringatan Tertulis Kedua (SP 2) untuk Facebook Indonesia terkait masalah ini. Facebook pun telah mengirim jawaban tertulis, namun pemerintah menyatakan ada beberapa hal yang masih harus dilengkapi. Di luar itu, Facebook juga telah menjelaskan insiden kebocoran data yang dialaminya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan polisi.

Pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk membekukan sementara layanan Facebook di Indonesia apabila belum ada langkah dari Facebook untuk memenuhi apa yang telah mereka diminta.

Reporter: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait