Jokowi Sebut Wisma Atlet Kemayoran Masih Kurang Tempat Bersantai

Ameidyo Daud Nasution
26 Februari 2018, 19:22
Jokowi Meninjau Proyek Wisma Atlet Kemayoran
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Jokowi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan proyek Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (26/2)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan proyek Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peninjauan tersebut, dirinya menyebut pekerjaan proyek yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini sudah dapat dikatakan selesai. Namun, masih ada beberapa fasilitas yang dirasa kurang.

Jokowi mengkritik beberapa fasilitas untuk tempat beristirahat yang masih kurang memadai. Salah satunya kursi untuk tempai bersantai yang belum cukup banyak. "Mengenai pohon saya juga minta cari pohon besar yang sudah jadi agar ketika tamu datang sudah kehijauan," ujarnya di lokasi tersebut, Senin (26/2).

(Baca: Tahap Akhir Menuju Asian Games 2018)

Secara umum Jokowi mengaku pembangunan Wisma Atlet sudah rampung, seperti fasilitas kamar dan lift yang sudah cukup bagus. Fasilitas tempat tidur yang pun sudah dibenahi dan bisa mengakomodasi kebutuhan atlet yang tinggi dan panjang kakinya melebihi rata-rata. Setiap tempat tidur dilengkapi tambahan (spool) sepanjang 45 sentimeter.

Jokowi merasa tambahan ini sudah cukup untuk kebutuhan para atlet. "Sudah ada tambahan untuk atlet Basket dan Bola Voli yang kakinya panjang," kata Jokowi.

(Baca: Pemerintah Janjikan Hadiah Rumah Bagi Peraih Medali Asian Games 2018)

Presiden juga melihat langsung fasilitas kamar khusus untuk para atlet disabilitas. Dia mengatakan kamar dan fasilitas yang ada di dalamnya juga sudah sangat bagus. Nantinya juga akan disediakan hall semi permanen yang digunakan untuk tempat makan di luar gedung. 

Untuk pelayanan dan akomodasi atlet nantinya akan dibagi ke beberapa instansi. Jokowi mengatakan untuk transportasi bus menuju venue nantinya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan untuk makanan menjadi kewenangan Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc).

(Baca: Jokowi Tunjuk Jusuf Kalla Mengurus Persiapan Asian Games 2018)

"Saya kira kami tinggal lebih mendetailkan lagi dan jangan sampai ada urusan tercecer," kata Jokowi.

Berdasarkan keterangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wisma Atlet ini terdiri dari 10 tower dan terdiri 7.426 unit. Sedangkan kapasitas Wisma Atlet ini mencapai 22.278 orang. Adapun proyek ini dikerjakan dari Agustus 2016 dengan total biaya Rp 3,4 triliun.

(Baca: Dana Pengadaan Alat Asian Games 2018 Masih Kurang Rp 2,3 Triliun)

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait