Jokowi Ancam Investor yang Tak Segera Bangun KEK Mandalika

"Pencabutan kontrak kerja jadi konsekuensinya," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
20 Oktober 2017, 15:50
Jokowi Meresmikan KEK Mandalika
www.setkab.go.id
Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya KEK Pariwisata Mandalika, di Pantai Kuta, Kab. Lombok Tengah, NTB, Jumat (20/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta investor yang masuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dapat menaati peraturan yang ada. Dia mengingatkan aturan yang dimaksud adalah segera melakukan konstruksi setelah kontrak diterima.

Jokowi pun mengancam para investor tersebut. Apabila pembangunan tidak segera dimulai, Jokowi memerintahkan agar kontrak kerja segera dicabut. Sanksi ini bertujuan agar hanya investor yang berkomitmen saja yang bisa masuk ke KEK Pariwisata tersebut.

"Pencabutan kontrak kerja jadi konsekuensinya," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jumat (20/9). Hal ini diungkapkannya saat meresmikan pengoperasian KEK Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

(Baca: Jokowi Targetkan 10 Pelabuhan Kapal Pesiar Dibangun dalam 2 Tahun)

Advertisement

Selain itu, Presiden juga memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menata kawasan Mandalika dengan baik. Jangan sampai masyarakat yang justru mengelola sendiri-sendiri, sehingga kawasan tersebut tidak tertata.

"Siapkan juga lahan untuk kawasan cendera mata agar masyarakat juga ikut menikmati," ujarnya. Selain itu semua pihak di KEK Mandalika bisa melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar dampaknya terhadap perekonomian daerah tersebut bisa terasa. 

Hal lainnya, KEK ini harus menonjolkan kekuatan NTB sehingga ada perbedaan antara satu kawasan wisata di Indonesia seperti Bali dengan kawasan lainnya seperti Mandalia. Salah satu contohnya adalah arsitektur bangunan khas suku Sasak yang dapat digunakan untuk beri kesan berbeda.

"Jangan nanti yang banyak di sini malah rumah model Spanyol," ujarnya.

Mandalika diusulkan menjadi KEK oleh pengembangnya PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Pemerintah menyetujuinya dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 pada tanggal 30 Juni 2014. Pengembangan KEK Mandalika yang mencakup lahan seluas 1.035 hektare ini difokuskan untuk kegiatan utama di sektor pariwisata.

(Baca: Kembangkan 11 Kawasan Ekonomi Khusus, Pemerintah Incar Rp 72 Triliun)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait