Jokowi: Gesekan Kecil Wajar, tapi Harus Diselesaikan

Dia meminta sekecil apa pun gesekan yang terjadi, harus segera diselesaikan hingga tuntas.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
24 Mei 2017, 11:46
Jokowi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap gesekan kecil sangat wajar terjadi dalam dinamika kehidupan masyarakat. Namun, gesekan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dia meminta sekecil apa pun gesekan yang terjadi, harus segera diselesaikan hingga tuntas.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat berbicara di depan tokoh dan peserta Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI) di Istana Bogor, Rabu (23/5). Presiden berharap gesekan yang terjadi akan bisa menjadi pembelajaran dalam mewujudkan masyarakat yang dewasa.

“Tapi segera selesaikan, jangan sampai berbulan-bulan persoalan itu dibawa,” kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Rabu (23/5). (Baca: Minta Hentikan Hujatan, Jokowi: Habis Energi Saling Mendemo)

Jokowi meminta para tokoh atau pemuka agama di Indonesia untuk tetap rukun. Jangan sampai perbedaan menjadi pemicu konflik antar umat beragama. Semua permasalahan yang terjadi harus bisa diselesaikan dalam semangat persaudaraan dan rasa sebangsa.

Dia mengatakan banyak pemimpin negara lain yang kagum akan keberagaman dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Sementara banyak negara lain yang penduduknya bertikai karena banyak kelompok yang berbeda pandangan, seperti yang terjadi di Afganistan.

(Baca: Menteri Agama: Ketidakadilan Picu Berkembangnya Ideologi Ekstrem)

Ketika bercerita kepada Jokowi, Presiden Afganistan Ashraf Gani mengaku pernah berada di luar negaranya selama 24 tahun karena ada pertikaian. Saat ini ada 40 kelompok di negara tersebut yang sangat sulit untuk rukun kembali. Jokowi tidak ingin hal seperti ini terjadi di Indonesia.

"Jangan biarkan 250 juta lebih penduduk Indonesia ini berantem gara-gara 1.000, 2.000 orang. Jangan korbankan rakyat. Mengaca dari pada pengalaman Afganistan yang seperti itu sangat sulit sekali untuk merukunkan," ujar Jokowi. 

Jokowi mengaku mendapat pesan khusus dari Presiden Afanistan agar bangsa Indonesia bersatu.  Presiden Ashraf Ghani mengatakan Indonesia memiliki suku, agama, dan budaya yang beragam. Sementara di Afganistan yang 99 persen agamanya sama, masih saja ada pertikaian. Oleh sebab itu Ghani meminta Indonesia dengan 700 suku menjaga kerukunan.

(Baca: Jokowi Tak Ingin Investasi Tiongkok Dibelokkan Jadi Isu Politik)

Video Pilihan

Artikel Terkait